Dewan Ajak Bersinergi Menyelamatkan Generasi Muda Aceh

Banda Aceh – Anggota DPR Aceh Mukhtar Daud atau akrap disapa Geusyik Tar menghimbau semua pihak untuk Bersinergi Menyelamatkan Generasi Muda Aceh. Ajakan tersebut bukan tanpa sebab,  Geusyik Tar menilai, kasus begal yang terjadi beberapa hari lalu di Lhokseumawe, merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan di Aceh.

Sebabnya kata Geusyik Tar, pelaku begal tersebut dilakukan oleh pelajar yang kecanduan narkoba dan chip game online. Sehingga membuat mereka gelap mata, sampai melakukan tindakan kriminal.

“Jangan sampai kita gagal mendidik generasi emas Aceh. Sebagai daerah bersyariat Islam, Ini merupakan peringatan kepada kita semua. Harus ada upaya yang serius kedepan, khususnya pemerintah, masyarakat dan orang tua agar lebih tegas dan extra dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak. “Sebut Politisi PNA tersebut. Selasa (23/11).

Geusyik Tar juga mengingatkan semua pihak untuk  tidak tinggal diam, terutama dalam mengawasi dan mendidik generasi emas Aceh, ditengah perubahan zaman terjadi begitu cepat.

“Tingkat kenakalan remaja saat ini cukup memprihatinkan.  Mulai dari pergaulan bebas, hingga melakukan tindak pidana. Kasus begal tersebut membuka mata kita, bahwa judi dan narkoba bisa menjurus ke arah kriminal. Begitu juga, kabar  merebaknya penyalahgunaan narkotika  dikalangan remaja Aceh bukanlah isapan jempol. Begitu bahayanya orang yang telah dipengaruhi oleh narkoba.

Rusak akal dan perilakunya. Ini bisa menjadi bom waktu yang siap menghantam Aceh kapan saja, jika tidak segera ditanggani dengan cepat dan tegas. “ujar  Anggota DPR Aceh dari dapil lima tersebut.

Dikatakan Geusyik Tar, Saat ini yang yang dibutuhkan ialah keseriusan  dan kerjasama semua pihak. Begitu juga sikap kritis dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat adalah yang orang yang paling dekat dan mengetahui situasi di lingkungan Gampong. Geusyik Tar berujar, sehebat apapun program pemerintah, tanpa dukungan dari masyarakat, maka tak akan  berjalan dengan baik.

“Semua belum terlambat. kita harus segera berbenah, demi generasi muda Aceh kedepan. Untuk masyarakat  memang harus kritis. Segera laporkan ke penegak hukum apabila mendapati tindakan yang dapat merusak  Gampong.  “ujarnya.

Terakhir, ia berharap agar sekolah tatap muka bisa segera dibuka kembali dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan, “Para remaja memang lebih terjaga jika mereka berada di sekolah, dengan begitu anak-anak  kita tidak lagi disibukkan dengan hal-hal  yang  negatif seperti bermain game online dan hal buruk lainya , “ujarnya