Rombongan WNA Kembali Curi Start Melancong ke Simeulue

Turis sedang menunggu barang bawaannya, diruang tunggu kedatangan bandar udara Lasikin. Selasa (24/11). For Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Menggunakan transportasi udara, rombongan Warga Negara Asing (WNA) kembali melancong ke pulau Simeulue, meskipun belum dicabut Maklumat Covid19 dan masih ditutupnya sektor pariwisata setempat.

Selain itu, rombongan pelancong asing yang diduga berkewarganegaraan Prancis itu tiba di pulau Simeulue, Selasa (24/11) yang bertepatan pihak Pemda setempat dan Satgas Covid19 sedang pembahasan draft maklumat Covid19 yang baru untuk menggantikan maklumat yang lama.

Kedatangan rombongan turis yang tiba di Bandar Udara Lasikin, Selasa (24/11), yang ditemukan langsung oleh pihak pelaku usaha sektor pariwisata lainnya yang masih patuh dan mengikuti aturan maklumat yang lama dan belum dicabut oleh Pemkab Simeulue dan Satgas Covid19 setempat.

“Maklumat Covid19 yang belum dicabut dan masih berlaku dan saat ini masih pembahasan untuk maklumat Covid19 yang baru, tapi ini aneh kok secara terang-terangan WNA itu melawan aturan maklumat yang diteken oleh Forkopimda Simeulue, dan tadi siang kami melihat sendiri WNA itu tiba dibandar udara Lasikin,” kata Ilan pelaku usaha sektor pariwisata kepada Harian Rakyat Aceh.

Dia menambahkan dan menyebutkan dengan kedatangan WNA tersebut, yang menilai tidak ada ketegasan dari Satgas Covid19 dan Pemerintah setempat, bahwa maklumat tersebut hanya berlaku kepada pelaku usaha lokal sektor pariwisata dan tidak berlaku kepada pelaku usaha sektor parwisita yang dikelolah langsung oleh oknum WNA yang diduga juga berkebangsaan Prancis.

Hal senada juga dibenarkan Akil, yang berprofesi pelaku usaha Pariwisata.
“Aturan itu kenapa diberlakukan sangat tegas kepada kami sebagai pelaku pariwisata lokal. Sedangkan pelaku usaha Pariwisata yang dikelolah oleh WNA itu tidak tersentuh oleh aturan maklumat itu,” katanya kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa (24/11).

Kecaman lain juga datang dari Nanik yang juga pelaku usaha ?sektor pariwisata lokal, dan meminta pihak Pemkab Simeulue dan Satgas Covid19 setempat, untuk memproses pelaku usaha pariwisisata dan WNA dengan sengaja melanggar maklumat Covid19 yang berlaku sejak Februari 2020 lalu, resmi menutup sektor pariwisata khsusus kunjungan pelancong asing.

Sementara pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, menyebutkan pasca berlakunya maklumat tersebut, resmi untuk sementara menutup kunjungan WNA ke wilayah pulau Simeulue, dan akan kembali dibuka sektor parwisita tersebut setelah adanya maklumat resmi yang terbaru, untuk menggantikan maklumat yang lama.

“Kita menunggu maklumat yang resmi dan terbaru, bila nantinya ada lampu hijau untuk kembali dibuka sektor kunjungan wisatawan asing, ya kita buka. Kita hanya mengikuti prosedur dan aturan yang diberlakukan untuk pencegahan penyebaran virus Covid19 dan saat ini maklumat baru sedang dibahas oleh Pemda dan Satgas ,” kata Abdul Karim, Kadis Pariwisata Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa (24/11).

Pembahasan maklumat baru tersebut juga dibenarkan Ali Muhayatsyah, Jubir Covid19 dan juga selaku Kabag Humas Protokoler Pemerintah Kabupaten Simeulue.
“Hari ini sedang pembahasan maklumat baru untuk menggantikan maklumat yang lama, nanti drafnya diteken pak Bupati yang juga selaku Ketum Satgas Covid19,” katanya.

Sumber-sumber Harian Rakyat Aceh menyebutkan, WNA yang diduga curi star dan mengangkangi maklumat Covid19 Kabupaten Simeulue itu, inisial GU warga Negara Prancis serta juga di duga kuat yang bersangkutan terlibat langsung mengendalikan dan mengelolah satu kompleks dan fasilitas pariwisata khusus untuk pelancong asing.

Masih menurut sumber tersebut, diketahui rombongan pelancong asing asal Perancis yang tiba di Bandar udara Lasikin, dan menginap di fasilitas pariwisata yang dikelola HGU, yang berada di kawasan salah satu pantai yang ada di Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue. (ahi/rus).