Forum PRB dan Relawan Gampong Jawa Terbentuk

BANDA ACEH (RA) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Relawan Gampong Jawa, berhasil dibentuk. Pembentukan ini melibatkan perangkat desa dan melibatkan masyarakat Gampong Jawa, di Balai Pertemuan Desa, Kamis (26/11).

Sebelumnya pada tahun 2018, Gampong Jawa sudah pernah dibentukan. Sehingga tinggal mereview SK tersebut.

Keuchik Gampong Jawa, Mukhlis menyampaikan, sangat mendukung setiap program yang diadakan di Gampong Jawa, apalagi tentang pembentukan FPRB dan Relawan Gampong Jawa.

“Semoga dengan terbentuknya forum PRB dan Relawan masyarakat kita lebih cepat mendapat pertolongan saat ada musibah,” jelasnya dalam kata sambutan.

Mukhlis mengungkapkan, sebagai manusia harus menghargai orang lain bila ingin dihargai oleh orang.

“Kalau kita ingin dihargai maka hargailah orang lain,” harapnya.

Ia juga berharap dengan sosial yang tinggi dapat memperhatikan orang lain apalagi terhadap anak yatim. Dan mengenai musibah merupakan tanggungjawab bersama.

Dikatakan, anak yatim banyak ayahnya, sebab ayah dari anak yatim yang peduli terhadap anak yatim.

Sementara itu, Manajer Area Ekspedisi Destana Kota Banda Aceh, Sabri, mengungkapkan, dari 10 desa di Kota Banda Aceh yang harus disiapkan menjadi destana karena berada di pinggir laut.

“Dengan adanya Forum dan Relawan maka masyarakat nya diharapkan lebih tangguh ketika adanya musibah,” harapnya.

Kata Sabri, di bulan Desember 2020 ada pelatihan relawan yang diadakan BNPB sebanyak 1000 orang targetnya, sehingga pengurus forum dan relawan gampong supaya bisa ambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Pada kesempatan ini, Fasda Kota Banda Aceh, Nurdiana Okta Sari, juga menyampaikan kepengurusan Forum dan relawan Gampong Jawa.

“Ada beberapa pengurus yang akan di SK kan oleh pak Kicik, kami Fasda dan Fasdes hanya memfasilitasi,” ungkapnya.

Kata Tari, setelah pembentukan Forum dan Relawan, pada hari yang sama, memasang papan informasi di pinggir pantai Gampong Jawa, tepatnya di dusun lima.

Ditambahkannya, pengurus Forum PRB berjumlah 30 orang dan pengurus relawan juga hampir sama, nantinya di SK kan oleh pak Kicik Gampong Jawa.

“Ini kerja sosial maupun kemanusiaan, jangan kalau sudah ada SK dianggap ada gajinya,” demikian Tari. (rus).