Gelar Silaturahmi, Ketua DPRK Diminta Selesaikan Masalah Yayasan Almuslim

BIREUEN (RA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos atau yang sering disapa Ceulangiek, menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat dapil II Bireuen, terdiri dari Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Jangka.

Kegiatan bertemakan “Gemilang Datang Padamu Bila Tekat Kukuh Berpadu” ini, berlangsung di Aula Hotel Matang Raya, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (26/11) sore.

Amatan media, ratusan keuchik dan para mukin dari 4 kecamatan itu, memadati Aula Hotel Matang Raya. Beberapa point penting menjadi pembahasan serius dalam pertemuan tersebut.

Setidaknya, ada 3 point yang menjadi prioritas pembahasan, yaitu tentang tuntutan masyarakat yang sudah dibahas dalam Musrembang kecamatan berupa pembangunan infrastruktur. Kemudian, terkait DAU Siltap aparatur desa yang terancam dipangkas dan permasalahan Yayasan Almuslim yang menjadi trending topik di kalangan masyarakat saat ini.

Pada kesempatan itu, Rusyidi Mukhtar mengucapkan ribuan terimakasih kepada tokoh masyarakat dapil II yang telah memenuhi undangan silaturahmi ini. Padahal diwaktu bersamaan, wilayah setempat sedang diguyur hujan deras.

Disebutkan Ceulangiek, DPRK Bireuen sudah menampung semua aspirasi masyarakat yang sudah dibahas dalam Musrembang kecamatan. Setidaknya, beliau sudah mengutarakan sebanyak Rp. 48.354.000.000,00 akan dikucurkan demi memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di dapil II, yang anggarannya bersumber dari DAK dan Dana Otsus. Sementara DAU sebesar 827 Milyar, masih dalam pembahasan di DPRK Bireuen.

Terkait pertanyaan para Keuchik tentang pemotongan jerih aparatur desa yang akan diberlakukan pada TA 2021, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku.

Menyikapi polemik kepungurusan Yayasan Almuslim yang sudah berakhir sejak 21 November 2020 lalu, Ketua DPRK bersedia membantu para tokoh masyarakat setempat guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Yayasan Almuslim merupakan milik masyarakat 4 kecamatan. Sudah sepatutnya saya peduli terhadap permintaan masyarakat untuk menyelesaikan problema yang terjadi saat ini, karena Yayasan Almuslim aset masa depan pendidikan di Bireuen,” ujar Ketua Dewan Bireuen ini.

Rusyidi mengaku akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di ranah Yayasan Almuslim.

“Rapat Pleno Panitia Mubes Muslim IX Tahun 2020 sudah dilaksanakan pada Jumat (20/11), di ruang rapat Ampon Chiek Peusangan. Keputusan rapat yang turut dihadiri oleh peserta dari panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) serta sejumlah panitia itu, bahwa Ketua Yayasan menyetujui pelaksanaan musyawarah Almuslim IX pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020. ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap Yayasan Almuslim yang dianggap terbengkalai saat ini,” sebut Ceulangiek yang juga selaku anggota panitia Musyawarah besar (Mubes) Almuslim.

Sementara itu, Dr Nazaruddin Abdullah, MA selaku tokoh masyarakat Peusangan dan juga merupakan anggota Steering Committee (SC) Yayasan Almuslim, juga menceritakan tentang asal usul Yayasan Almuslim dari pertama didirikan. Dalam penyampaiannya, beliau paham betul permasalahan yang terjadi di Yayasan Almuslim.

Sedangkan, Tgk Munawar Yusuf dalam sambutannya menyebutkan, musyawarah Yayasan Almuslim tetap akan dilaksanakan pada Sabtu 28 November 2020 mendatang. Mengingat, undangan mubes sudah disebarkan kepada para Keuchik, Tgk Imum, para Mukim, Imum Chiek, dan tokoh masyarakat lainnya yang mempunyai suara penuh sebagai peserta dalam musyawarah.

“Bupati dan Forkapimda lingkungan Kabupaten Bireuen juga sudah disurati. Jadi, tidak mungkin musyarawarah Yayasan Almuslim ditunda,” tutur Tgk Munawar yang juga selaku pengawas dalam kepengurusan Yayasan Almuslim periode 2015-2020 ini. (akh)