Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar. .JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Beberapa hari lalu Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar, menjejaki sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang punah di dataran tinggi Gayo.
Sejarah itu terkait dengan lokasi persingahan sementara Presiden Republik Indonesia, Safruddin Prawiranegara.

Shabela yang didampingi ajudan memasuki kawasan perkebunan kopi arabika dengan melalui semak belukar di kawasan Desa Weh Porak, Kecamatan Sulih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati menginginkan di lokasi tersebut nantinya akan dibangun satu tugu untuk mengenang bahwa kemerdekaan Republik Indonesia tidak terlepas dari satu lokasi yang terletak di dataran tinggi Gayo.

“Ini adalah bukti sejarah yang tidak bisa kita hilangkan. Dan harus kita bangkitkan kembali rasa kemerdekaan itu ada di daerah dingin Gayo ini. Bahwa daerah penghasil kopi ini sebelum merdeka cukup membawa arti dalam perjuangan bangsa ini,” ucap Shabela Abubakar, penuh semangat sambil mengatakan pihaknya akan “gali” fakta tersebut.

Nanti harapan Shabela setelah tugu dibangun sebagai bukti sejarah dalam mendukung Aceh Tengah sebagai Kota Pusaka. Konon menurut cerita, ungkap Shabela, alat siar Radio Rimba Raya dilarikan dengan menungang kuda dari kawasan Bies, Kecamatan Silih Nara.

“Dulu pejuang kita dikejar-kejar penjajah, namun dengan kegesitan alat radio dilarikan dengan mengunakan kuda ke Rimba Raya. Hingga disiarkan Indonesai masih ada,” kata Shabela, membuka tabir yang akan hilang.

Menurut Shabela, Safruddin Prawiranegara dulu dikejar-kejar Belanda dan bersembunyi dilokasi, daerah Bur Bies, Desa Wih Porak. “Berarti Aceh Tengah pernah menjadi pusat pemerintahan sementara,” ujar Shabela, sambil mengatakan hal ini butuh masukan dari semua pihak.

Meninjau lokasi tempat persinggahan Presiden RI sementara, bapak Safruddin Prawiranegara, dikawasan Weh Porak Silih Nara. “Kita upayakan untuk dibangun tugu sebagai bukti sejarah dalam mendukung Aceh Tengah sebagai Kota Pusaka.”
Disampaikan Shabela lagi, dulunya di kawasan persingahan sementara presiden Republik Indonesia Safruddin Prawiranegara ada Gua, namun sayangnya sekarang telah tertimbun dengan tanah. (jur/bai)