Usman Aryoga di areal kebun jagung miliknya di Kampung Pengidam, Kecamatan BandarPusaka, Aceh Tamiang, saat pohon jagung masih kecil dan sebelum ada harimau berkeliaran di kawasan tersebut, Kamis (26/11). IST/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Sekitar satu hektare kebun jagung milik UsmanAryoga (50), dipastikan gagal panen. Tidak memetik hasil kali ini bukan karenahama tanaman atau faktor cuaca. Namun masih trauma pergi keladang gegara pernah melihat dua ekor harimau di areal kebun mereka.

“Sejak muncul harimau pada awal Oktober 2020 lalu, saya belum pernah melihat ladang lagi, karena orang kerjapun belum berani tinggal di kebun untuk jaga,” kata Usman Aryoga kepada RakyatAceh di Karang Baru, Kamis (26/11).

Usman mengaku menanam jagung seluas 1Ha di kawasan Sangka Pane Kampung Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Di areal perladangan yang berbatasan dengan kawasan hutan produksi tersebut dilaporkan sering ada harimau berkeliaran.

Seharusnya, kata Usman, tanaman jagung miliknya sudah bisa dipanen awal bulan Desember, karena sewaktu ditinggal tongkoljagung sudah keluar. Dia memastikan lahan jagungnya jadi semak belukar ‘diserbu’hama moyet dan babi hutan, karena lama tidak diurus.

“Kalau dihitung modal dan biaya orangkerja saya menanggung rugi Rp 15 juta,” ungkapnya.

Menurutnya tidak hanya dia yang gigit jari, sejumlah petani di sebelah kebunnya menanam padi darat dan palawija diprediksikanjuga tidak panen. “Biasanya kalau ada harimau di sekitar hutan itu, hewanlainnya pasti takut akan keluar hutan dan mencari makanan di kebun-kebunmasyarakat,” ujarnya mengulas kebiasaan hewan. (mag-86)