LHOKSEUMAWE (RA)- Universitas Malikussaleh menghimpun para calon wirausahawan muda Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan pengetahuan berwirausaha melalui pelatihan digital business. Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (UNIMAL).

Ketua pelaksana kegiatan pengabdian, Falahuddin mengatakan, dalam masa pandemi covid-19 saat ini, terlihat banyak bermunculan pelaku-pelaku usaha baru dengan mengusung konsep usaha yang kreatif, baik dari sisi produk maupun strategi pemasaran, khususnya di kota Lhokseumawe. Sebagian besar para pelaku usaha tersebut adalah kaum muda yang memiliki semangat dan ide kreatif.

“Fenomena yang muda yang berbisnis ini, harus disampaikan kepada para pemuda/I yang memiliki keinginan untuk memulai usaha agar mereka memiliki motivasi yang lebih besar untuk mewujudkan keinginan tersebut. Namun, mereka juga perlu dibekali dengan pengetahuan menjalankan usaha, salah satunya melalui pelatihan dimana mereka akan mendapatkan pengetahuan praktis dan pengalaman dari pelaku usaha,” sebut Falahuddin.

Disebutkan, Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari masyarakat kota Lhokseumawe dan beberapa mahasiswa FEB UNIMAL yang tertarik untuk memulai usaha baru dan juga mengembangkan usaha yang telah mereka geluti agar bisa meningkatkan penjualan mereka melalui strategi pemasaran digital yang saat ini semakin pesat perkembangannya.

“Berbeda dengan pelatihan yang kerap dilaksanakan sebelumnya yaitu dengan jumlah peserta yang banyak, pelatihan ini hanya dibatasi sebanyak 25 peserta. Hal ini dilakukan dengan tujuan mentaati protokol kesehatan dimasa pandemi yaitu dengan membatasi jarak dan menyesuaikan dengan luas ruang pelatihan,” sebut ketua panitia.

Tim pelaksana kegiatan pengabdian ini, juga merangkul developer aplikasi E-Commerce “UKM Connection” dalam pelaksanaan pelatihan ini. UKM-Connection adalah salah satu platform perdagangan retail online yang membantu para UMKM lokal dan para mahasiswa yang telah memulai usaha dan memiliki produk dalam memasarkan produk mereka secara daring, sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Antusiasme peserta juga terlihat tinggi selama pelaksanaan pelatihan. Mereka sangat tertarik dengan perancangan aplikasi penjualan online yang disampaikan oleh Bapak Kusnandar Zainuddin yang juga seorang developer piranti lunak dari kota Banda Aceh.

“Kami berharap pelatihan ini akan memotivasi para generasi muda untuk semakin berani memulai sebuah usaha serta memiliki kapasitas yang memadai. Kegiatan pengabdian ini akan terus kami lakukan pada masa yang akan datang baik dengan pola pelatihan dan juga pendampingan para pelaku usaha kecil dan mikro”, ungkap Fuadi anggota tim pelaksana. (akh)