Upaya Menuju Zona Hijau, Polres Aceh Besar Gelar FGD

Polres Aceh Besar menggelar FGD tentang penerapan Prokes Covid 19 di masa new normal sebagai upaya transisi menuju zona hijau di Aula Hotel Hijrah Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Selasa (1/12) TARMIDI YUSUF/ RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Polres Aceh Besar menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau lebih dikenal dengan Kelompok Diskusi Terfokus tentang penerapan Protokol Kesehatan Covid 19 di masa Adaptasi Kebiasaan Baru sebagai upaya transisi menuju zona hijau di wilayah hukumnya yang dilaksanakan di Aula Hotel Hijrah Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Selasa (1/12).

FGD yang bertemakan Keselamatan Masyarakat adalah Hukum Tertinggi itu dibuka langsung oleh Kapolres Aceh Besar. Pesertanya para camat, Kapolsek, Danramil, forum keuchik, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari 11 kecamatan di wilayah hukum Polres tersebut.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dalam pidato tertulis yang dibacakan oleh Asisten I Setdakab Aceh Besar Jamaluddin mengatakan Pemkab Aceh Besar sangta mengapresiasi kegiatan FGD yang digelar oleh Polres Aceh Besar tersebut. dan ia berharap dari diskusi terfokus itu akan lahir pemikiran-pemikiran yang bagus dalam penanganan penyebaran covid di kabupaten tersebut.

Walaupun pada dua minggu terakhir bulan November, sebut Mawardi, kasus positif covid 19 di Aceh Besar sempat menurun dan sempat beberapa hari nol kasus, namun ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak lengah, karena penyebaran virus corona di Provinsi Aceh masih tinggi.

“Jumlah akumulasi kasus positif di Aceh Besar 1.502 kasus, yang meninggal 67 kasus, walau sempat menurun, kita jangan lengah, tetap menjalankan Prokes sampai benar-benar covid itu hilang. Dan pencehagan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah atau TNI Polri saja, namun harus semua pihak,” ujarnya.

Sementara Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan dalam pidatonya dihadapan para peserta FGD, juga mengakui dalam beberapa hari terakhir kasus positif covid di Aceh Besar cenderung menurun bahkan sempat terjadi nol kasus. Namun menurutnya, kondisi tersebut bisa dipengaruhi 2 kemungkinan.

“Ini tentu ada 2 kemungkinan, yang pertama bisa jadi virusnya sudah mulai reda atau hilang, atau yang kedua, mungkin jumlah yang ikut testnya sedikit, karena sistem test swab oleh pemerintah ini cenderung defensive, artinya menunggu dari masyarakat,” ujarnya.

Apappun kemungkinannya, tambah Kapolres, kita tidak boleh lengah dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan di semua aktivitas. “Karena Prokes itu adalah masalah kesehatan secara umum, jadi kalaupun tidak ada covid, kita tetap harus menjaga kesehatan, tetap menerapkan Prokes secara umum, seperti pakai masker dan lainnya, apalagi sekarang masa pendemi,” ungkap AKBP Riki Kurniawan.

Kapolres juga menambahkan FGD ini adalah kegiatan diskusi untuk saling berbagi informasi untuk menyamakan langkah dalam menekan penyebaran covid 19 melalui penerapan Prokes dan mencoba untuk menyiagakan serta antisipasi sejak dini serta perencanaan bila kasus ini berlanjut terus.

“Saya memohon kepada para peserta yang hadir agar menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan Prokes dalam semua aktivitas sehari-hari serta berdoa kepada Allah Swt agar pandemi covid 19 ini cepat reda,” pungkas Riki Kurniawan. (tar)