61 Warga Tidak Mampu Terima Bantuan Beras Dari BKM Agung Abdya

Wakil Ketua BKM, Ikhwan Alian menyerahkan bantuan beras kepada warga tidak mampu di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Rabu (2/12) (rahmat)

BLANGPIDIE (RA) – Sebanyak 61 warga tidak mampu yang berasal dari tiga desa yaitu Desa Seunaloh, Lhueng Asan dan Guhang, dalam Kecamatan Blangpidie, kabupaten Abdya menerima bantuan beras dari Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Agung Baitul Ghafur Kabupaten setempat sore Rabu kemarin (2/12).

Wakil Ketua BKM Baitul Ghafur, Ikhwan Alian seusai penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga yang tidak mampu tersebut mengatakan, dana bantuan untuk pengadaan beras itu berasal dari zakat Bank Syariah Mandiri (BSM) Blangpidie yang diserahkan kepada pengurus BKM untuk disalurkan langsung kepada masyarakat yang tidak mampu di tiga desa tersebut.

“Zakat dalam bentuk uang yang diserahkan oleh pihak BSM langsung dibelanjakan puluhan sak beras. Dimana, masing-masing penerima manfaat mendapatkan 15 kilogram beras,”katanya.

Disebutkan, penyaluran seperti ini bukanlah kali pertama dilakukan oleh BKM Agung Baitul Ghafur. Bahkan sebelumnya, BKM Masjid Agung sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan yang serupa, seperti menyantuni anak yatim termasuk memberi bantuan kepada fakir miskin dalam setiap bulannya.

“Untuk bantuan setiap bulan itu, kita mengambil dari infaq jemaah masjid yang rutin disumbangkan setiap usai melaksanakan ibadah salat atau kegiatan lainnya di masjid tersebut,”sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya terus membuka peluang bagi siapa saja yang bersedia menyalurkan zakat melalui Masjid Agung Baitul Ghafur untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat kurang mampu.

“Seperti penyaluran zakat ini, bisa jadi nanti dari lembaga atau badan lainnya yang akan turut berpartisipasi. Dan kmi siap membantu  dan langsung menyalurkan secepatnya kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap bantuan semacam ini akan terus digalakkan demi membantu sesama terlebih dimasa pandemi Covid-19 yang melanda.

“Sengaja kami memilih lokasi penyalurannya di masjid, agar masyarakat akan senantiasa berkunjung ke masjid sekaligus melaksanakan ibadah,” tuturnya. (mat).