Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

GAYO-ALAS · 4 Dec 2020 14:46 WIB ·

DPMTSP Provinsi Tinjau Galian C


 Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Aceh Mustapa, meninjau galian C di Dusun Musara Pakat Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (3/11).
MASHURI/RAKYAT ACEH Perbesar

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Aceh Mustapa, meninjau galian C di Dusun Musara Pakat Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (3/11). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait maraknya galian C yang melakukan di luar batas titik koordinat.

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Aceh, Mustapa, meninjau sejumlah galian C di Bener Meriah, Kamis (3/11).

Kunjungan tersebut turut juga di damping oleh Kepala Dinas KPTSP Bener Meriah Armansyah dan perwakilan Dinas PUPR Bener Meriah dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Bener Meriah.

Kepada Rakyat Aceh, Mustapa menyebutkan, peninjauan terhadap galian C yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Aceh, namun pengerjaan tidak dilakukan di titik koordinat yang telah disepakati.

“Ada 5 pengusaha galian c yang hari ini kita tinjau lapangan dan diduga mengambil maetrial di luar titik koordinat yang telah kita berikan,“ ungkapnya.

Bagi pengusaha yang melanggar aturan tersebut sesuai aturan, katanya, akan melayangkan surat peringatan (SP) pertama. “Jika setelah SP 3 tidak diindahkan kita kan mencabut izin usahanya,” tegasnya.

Semenetara itu sebutnya, bagi penambang yang tidak memiliki izin merupakan kewenangan pihak penegak hukum untuk melakukan penertiban. “Kita juga berharap DPMTSP Bener Meriah untuk melakukan sosialisasi dan menghimbau agar pengusaha yang illegal segera mengurus izinnya,” harapnya.

Menurut Mustapa, membuka ruang selebar-lebarnya untuk masyarakat yang mengajukan permohonan izin agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan penambangan secara ilegal.

Harap Penertiban Sebelumnya, masyarakat Dusun Musara Pakat, Kampung Wih Pesam meminta agar pihak penegak hukum turun kelokasi dan melakukan penertiban galian C yang diduga illegal dan melanggar aturan.

Mewakili masyarakat, Kepala Dusun Musara Pakat, Erwin berharap, agar pihak penegak hukum segera memberhentikan galian C yang tidak memiliki izin dan melakukan perusakan terhadap lingkungan.

“Lebih bagus diberhentikan saja jika hanya menguntungkan seseorang dan merusak lingkungan,” ungkapnya.

Selaku aparatur kampung pihaknya juga mengaku sudah pernah menegur pengusaha namun tidak diindahkan. “Warga Dusun Musara Pakat Kampung Wih Pesam pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu juga sudah membuat pengaduan secara tertulis terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh galian C tersebut kepada pemerintah daerah,” katanya. (uri/bai)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Pemkab Agara Kembali Terima Opini WTP Ke-8 dari BPK

22 May 2024 - 16:45 WIB

Trending di GAYO-ALAS