Masa Depan Pariwisata Tamiang Dipertanyakan

Anggota Komisi III DPRK Atam, Desi Amelia saat memberi keterangan sektor pariwisata yang jalan ditempat kepada wartawan, Rabu (2/12). DEDE/RAKYAT ACEH

Komisi III DPRK sarankan Pemda fokus

ACEH TAMIANG (RA)- Komisi III DPRK Aceh Tamiang pesimis dengan kemajuan sektor pariwisata di daerah ini. Sebab, pola pengembangan objek wisata saat ini jalan di tempat, tidak terpusat alias masih ‘mincla-mincle’ (sana-sini).

“Seharusnya pemerintah daerah fokus untuk pembangunan satu persatu objek wisata yang dianggap bagus dan menjual. Jangan gayanya ingin membangun semua tempat wisata, terakhir satupun tak jadi apa-apa,” cetus anggota Komisi III, Desi Amelia dalam perbincangan dengan Rakyat Aceh, Rabu (2/12).

“Pemda Aceh Tamiang jangan salah memfokuskan pembangunan objek wisata yang tidak punya nilai jual, membuat wisatawan luar daerah pun tidak tertarik,” kritik politisi PAN ini lagi.

Desi Amelia berpendapat, kalau pemda mau fokus mengurusi destinasi wisata seperti pariwisata di daerah lain yang sudah maju, benahilah satu objek wisata dulu untuk dijadikan ikon. Salah satu yang harus dibenahi yaitu akses jalan. Kalau jalan sudah bagus semua akses sarana lainnya akan mudah dibangun.

“Kalau akses jalan menuju objek wisata sudah bagus, investor pun tertarik mau masuk tanamakan modal di Aceh Tamiang,” ujar anggota DPRK Atam dua periode ini.
Pihaknya di Komisi III yang membidangi kepariwisataan pernah naik gunung demi mengunjungi dan melihat kemolekan objek wisata alam di wilayah hulu Aceh Tamiang.

Sejumlah objek wisata yang ditinjau yaitu Air Terjun Sangka Pane, Kecamatan Bandar Pusaka dan lokasi pemandian Kuala Paret di Kecamatan Tamiang Hulu.

Menurutnya, air terjun Sangka Pane memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan. Selain panoramanya bagus, lokasinya memungkinkan untuk dibuat sarana perkemahan dan penginapan bagi turis. Sementara, alam Kuala Paret juga tak kalah menjualnya dan menantang adrenalin. Derasnya aliran air berwarna hijau yang turun dari gunung membuat Kuala Paret seru bila dijadikan olahraga arung jeram.

Tinggal, lanjut Desi, ditambah pembangunan sarana rumah ibadah, penginapan, kamar mandi dan tempat orang berjualan. “Kalau satu-satu dibenahi semua wisata bisa jadi. Misalnya di wilayah mana yang menurut pemerintah jadi prioritas, itu dulu yang dibangun,” sarannya.

Namun mantan Bidan PTT ini menyadari, selama ini akses jalan menuju dua lokasi tersebut sangat memprihatinkan, sehingga minat wisatawan lokal dan luar Aceh Tamiang tak bergairah untuk piknik atau liburan ke Sangka Pane dan Kuala Paret, Aceh Tamiang.

Melalui Fraksinya di DPRK, Desi Amelia juga menaruh harapan besar terhadap Rancangan Qanaun (Raqan) Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Aceh Tamiang. Diketahui daerah ini memiliki banyak destinasi wisata alam, pemandian dan bahari dari hulu hingga hilir.

“Apabila destinasi wisata kita sudah baik, maka selain dari wisatawan lokal, kita juga dapat mempromosikan wisata kita kepada wisatawan dari luar daerah, baik objek wisata alamnya, kulinernya serta wisata adat dan budaya melalui media massa,” tukas kandidat kuat Ketua DPD PAN Aceh Tamiang ini. (mag-86/icm)