BANDA ACEH (RA) – Sejumlah massa yang datang dari berbagai wilayah di Aceh berkumpul di halaman Masjid Raya, Banda Aceh. Beberapa diantara mereka terlihat
membawa dan mengibarkan bendera Bulan Bintang, Jumat (4/12/2020).

Aksi yang dilakukan bertepatan dengan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Kota Banda Aceh dan para pengunjung Masjid Raya Baiturrahman.

Massa di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (4/12/2020). Foto IST

Ratusan Aparat Disiagakan di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Sementara itu, Ratusan pasukan TNI/Polri di Aceh Utara dan Lhokseumawe disiagakan dalam peringatan Milad GAM ke-44 pada Jumat (4/12) hari ini. Pasukan ini bertugas untuk mengantisipasi dan memonitor wilayah, agar tidak ada pengibaran bendera bintang bulan.

Hal itu ditegaskan Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, dan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, kepada wartawan usai apel pengamanan VVIP di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Rabu, (3/12).

“Jika nantinya ada yang mengibarkan bendera bintang bulan maka kita akan bernegosiasi supaya dapat diturunkan kembali,”kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto. Untuk pengamanan sendiri, sebut Eko akan menurunkan tim gabungan, yakni Polres Lhokseumawe mengerahkan 545 personel dan dibantu Brimob Detasemen B Jeulikat maupun prajurit TNI.

“Ada sejumlah titik rawan di wilayah Aceh Utara, seperti Kecamatan Samudera, Nisam, Simpang Keuramat, Sawang dan ada juga di kawasan Lhokseumawe,”ungkap AKBP Eko Hartanto.

Sementara itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto menyatakan, TNI-Polri akan terus memonitor situasi dan kondisi terkini di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe. Tentunya, untuk mengantisipasi keamanan yang dilakukan sesuai prosedur tetap dari tahun ke tahun dilakukan.

“Jadi ini kan konflik Aceh sudah lama berakhir dan kini telah menjadi damai. Kalau ada yang seperti ini (pengibaran bendera bintang bulan), itu kan hanya oknum tertentu saja yang melakukannya,”ucap Oke, seraya berharap kepada oknum tersebut janganlah sampai merusak perdamaian Aceh yang sudah berjalan 15 tahun.

Menurutnya, Aceh sudah damai dan damai itu perlu dijaga dengan betul. “Bendera dan lambang-lambang yang ada separatis itu memang tidak diperbolehkan untuk dikibarkan. Itu memang sudah ada aturannya,”kata Dandim Oke.

Selain itu, Dandim juga mengimbau kepada masyarakat dan eks kombatan GAM yang melakukan perayaan Milad GAM pada 4 Desember supaya tidak melupakan bahwa kita dalam rangkaian MoU Helsinki.  “Ada butir-butir perdamaian maupun undang-undang yang mengatur. Maka itu harus ada yang dipatuhi dan jangan memaksakan kehendak,”tegas Oke. (arm/ra)