Peringati Milad GAM ke 44, KPA Daerah lV Wilayah Bate Iliek Santuni Anak Yatim

BIREUEN (RA)- Jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV wilayah Batee Iliek Kabupaten Bireuen, mengelar doa bersama di Desa Paloh Dama, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Jumat (4/12).

Ketua panitia pelaksana, Samsul Admi alias Mentri KPA kepada Rakyat Aceh mengatakan, kegiatan bertemakan “Sapue Kheun Sapue Pakat Sang Seuneusap Meu Adoe Aa” ini, digelar dalam rangka memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 44 tahun, yang kini telah berafiliasi dalam wujud KPA dan PA.

Samsul menyebutkan, selain doa bersama, jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV wilayah juga menyantuni anak yatim syuhada sebanyak 120 orang dan diakhiri dengan syukuran bersama.

“Melalui momentum Milad GAM ke 44 ini, kami mengajak seluruh jajaran KPA dan PA untuk mengenang arwah para syuhada terdahulu. Tangisan darah perjuangan yang sudah mereka lakukan, dapat kita rasakan manfaatnya sekarang ini. Semoga para syuhada ditempatkan di sisi Allah. Swt,” ujar Samsul Admi.

Dirinya berharap, Pemerintah Aceh dapat mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki demi keutuhan perdamaian di bumi Aceh.

Sementara Panglima daerah lV wilayah Bate Iliek Bireuen, Ridwan (Apeng) mengajak seluruh jajaran KPA dan PA untuk sama-sama menjaga kekompakan dan persatuan. Ketika persatuan menjadi landasan, kehidupan kita kedepannya akan makmur dan sejahtera.

“Mari kita perkuat kekompakan dan persatuan eks combatan GAM/KPA dan PA atas pengorbanan para syuhada yang telah terlebih dahulu berpulang Kerahmatuallah saat Aceh dalam masa konflik,” sebut Ridwan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pengibaran bendera Bulan Bintang dikibarkan atau tidaknya, Keuangan Daerah IV Wilayah Batee Iliek Bireuen, Mahdi M Saleh menjelaskan bahwa mereka masih menunggu instruksi dari pimpinan pusat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pimpinan pusat terkait pengibaran bendera Bulan Bintang. Jika diperintahkan, maka kami tetap akan mengibarkannya. Namun sampai saat ini, belum ada komando dari pimpinan,” sebut Mahdi Cobra ini.

Polemik pengibaran bendera Bulan Bintang, sebut Mahdi, menjadi wewenang kita bersama, terutama teman-teman di DPRA yang sampai saat ini terus berjuang. Kawan-kawan di DPRA sudah menjumpai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengusulkan supaya bendera Aceh bisa di kibarkan. Tapi nyatanya, realitas politik yang kita hadapi saat ini berbanding terbalik dengan butir-butir yang sudah tertuang dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Sementara itu, Yahya Manok selaku Komandan Operasi Daerah IV yang membidangi konsumsi di kegiatan tersebut mengatakan, syukuran akan dinikmati oleh 2500 tamu undangan. Terdiri dari para anak syuhada, unsur tokoh masyarakat, para Imum Mukim, para Keuchik, tokoh pemuda, serta jajaran KPA Wilayah IV Batee Iliek Bireuen.

“Sebanyak 3 potong lembu dan 4 potong kambing dijadikan sebagai syukuran untuk di nikmati bersama. Acara ini disponsori oleh jajaran KPA dan tokoh masyarakat Wilayah IV Batee Iliek,” sebut Yahya.

Amatan media, Mantan Panglima Daerah III, Sufri Daud atau Boing dalam pidatonya mengajak jajaran KPA/PA agar selalu kompak dalam menjaga persatuan.

“Kami berharap, semoga kedepan sama-sama kita kembalikan marwah bangsa Aceh. Jangan saling menjelekkan di media sosial, karena persatuan bangsa Aceh harus selalu solid dan dipertahankan,” tegasnya.

Agenda Milad GAM ini turut dihadiri Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, SH, SIK M.Si, Dandim Bireuen, Letkol Inf Zainal Abidin Rambe, Kapolsek Gandapura, Ipda Safrizal Ariga SH, personel Koramil Gandapura, Panglima Wilayah Batee Iliek Bireuen, Panglima daerah wilayah IV, Ridwan (Apeng), Mantan panglima daerah (Peutuha Daerah), Mentri KPA, Panglima daerah, Panglima Sagoe, serta Jajaran KPA dan PA wilayah IV Bate Iliek. (akh)