Peserta Calon Sekda Tamiang Belum Diumumkan, Ketua Pansel: Ada Tiga Kendala Teknis

ACEH TAMIANG (RA) – Pengumuman tiga besar Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang telah melewati jadwal penetapan. Seyogianya para peserta yang ikut seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) sudah tau lulus atau gugur.

Sebab berdasarkan jadwal kegiatan, pengumuman hasil akhir penilaian ditetapkan pada tanggal 30 November 2020 dan penyampaian hasil penilaian kepada PPK Kabupaten Aceh Tamiang tanggal 1 Desember 2020. Namun hingga tanggal 3 Desember 2020 hasil dari Panitia Seleksi (Pansel) belum dikirim ke pihak penyelenggara dalam hal ini Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tamiang.

Hal ini pun menuai kritik dari anggota DPRK Aceh Tamiang yang membidangi aparatur pemerintahan. Pansel JPT tunggal calon Sekda didesak buka nilai hasil lelang jabatan tersebut kepada publik. Khususnya bagi calon yang dinyatakan lolos masuk tiga besar.

“Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 58 tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Sekretaris Daerah Aceh dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Setelah mendapatkan tiga besar hasil seleksi calon Sekda, bupati akan mengkonsultasikan dulu ke gubernur Aceh,” beber Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan di Karang Baru, Rabu (2/12).

Langkah itu, menurut Irwan harus dilakukan agar masyarakat mengetahui siapa calon yang memiliki nilai ujian terbaik rangking 1, 2 dan 3. ’’Nilai tes tiga nama yang lolos tersebut harus diumumkan, karena itu bukan suatu yang rahasia,” ucap politisi Gerindra ini.

Masih menurut pria yang akrap disapa Wan Tanindo ini, pengumuman nilai itu sangat penting. Sebab, masyarakat ingin melihat langsung siapa calon yang memiliki kompetensi dan meraih nilai terbaik saat ujian. Membuka hasil seleksi calon Sekda itu menjadi kewajiban Pansel. Tujuannya, menunjukkan bahwa pansel benar-benar bekerja secara profesional.

“Jadi, masyarakat Aceh Tamiang tahu calon yang layak menjadi Sekda,” katanya.

Pihaknya berharap Pansel JPT dapat transparan. Bersih dari indikasi titipan nama calon dari orang berpengaruh. Supaya tidak timbul anggapan bahwa pansel hanya sekadar formalitas. “Hal tersebut merupakan bentuk akuntabilitas publik,” tegasnya.

Kepala BKPSDM Aceh Tamiang, Fauziati dikonfirmasi Rakyat Aceh, Kamis (3/12) membenarkan sejauh ini pihaknya belum menerima hasil penilaian dari Panitia Seleksi JPT. “Pansel belum menyerahkan berkasnya ke Sekretariat BKPSDM,” tuturnya.

Sebelumnya, mantan Camat Banda Mulia ini menyatakan, semua tahapan kegiatan seleksi sudah dilakukan,

tinggal menunggu pengumuman setelah semuanya di nilai. BKPSDM juga masih menunggu nilai dari Asesor BKN. Dalam Pansel JPT Sekda akan menghasilkan tiga nama. Peserta yang dinyatakan nomor urut 1 tidak menjamin dia terpilih menjadi Sekda.

“Ya, secara aturan Bupati boleh memilih di antara tiga nama yang lulus itu, tidak terikat dengan nomor urut,” jelas Fauziati.

Ketua Pansel Terbuka JPT Pratama Kabupaten Aceh Tamiang, DR Basri, MA yang juga Rektor IAIN Zawiyah Cot Kala menjelaskan, hasil Pensel JPT calon Sekda Aceh Tamiang belum dapat diumumkan karena ada tiga hal kendala teknis. Pertama: Tim Pansel tidak berada dalam satu daerah, kedua: Tentang rekam jejak peserta JPT yang memerlukan waktu untuk menelusuri, ketiga: Dalam pengumuman telah disampaikan jadwal sewaktu-waktu bisa berubah.

“Akan diusahakan dalam beberapa hari kedepan diumumkan,” tulis Basri menjelaskan melalui pesan WhatsApp.

Jumlah peserta yang ikut lelang jabatan calon Sekda Aceh Tamiang terdiri atas lima orang masing-masing, Asra (Inspektur Kabupaten Aceh Tamiang) , Adi Darma (Asisten Administrasi dan Umum), Sepriyanto (Kadisdukcapil), Syuibun Anwar (Kadishub) dan Asma’i (Kasatpol PP/WH). (mag-86)