BANDA ACEH (RA) – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap dan menahan dua pemilik agen travel umrah karena diduga menipu calon jamaah umrah.

Kedua pengusaha tersebut yakni berinisial AH (40), warga Aceh Utara, pemilik Elhanief Tour and Travel tersebut ditangkap dan ditahan Kamis (3/12) dan KA (33), warga Banda Aceh, pemilik travel Istiqlal Sarana, saat ini berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Keduanya dalam kasus yang sama, tetapi dengan perusahaan berbeda. Keduanya dilaporkan tidak memberangkatkan jamaah umrah yang telah membayar biaya ibadah ke tanah suci,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono.

Didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh AKBP Wahyu Kuncoro dan Kasubdit III Jatanras Kompol Apriadi, untuk kasus AH dilaporkan oleh agen di wilayah Aceh Tengah bersama 45 warga lainnya.

Ia mengatakan dugaan penipuan jamaah umrah di Travel Elhanif berawal ketika 45 orang mendaftar dan menyetor biaya umrah ke agen perusahaan di Aceh Tengah pada April 2018.

Biaya umrah yang dibayarkan berkisar Rp17 juta hingga Rp23 juta, sehingga totalnya mencapai Rp891 juta. Mereka dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada Desember 2019. Namun, hingga 2020, mereka tidak kunjung diberangkatkan ke tanah suci melaksanakan ibadah umrah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, AH beralasan tidak memberangkatkan jamaah karena perusahaannya bangkrut. Uang yang disetor 45 orang tersebut digunakan untuk memberangkatkan jamaah lainnya,” kata Kombes Pol Ery Apriyono.

Sedangkan kasus dengan tersangka KA, pemilik PT Istiqlal Sarana dengan korban sebanyak 27 orang dengan total uang yang sudah disetorkan mencapai Rp608 juta.
“Mereka juga dijanjikan berangkat pada Desember 2019. Namun, mereka tidak kunjung berangkat. Dari pengakuan KA, uang jamaah digunakan membayar utang dan keperluan pribadinya,” kata Kombes Pol Ery Apriyono. (bai)