Nelayan Desa Alue Mangki Bersyukur Masih Bisa Melaut

BIREUEN (RA) – Gelombang laut yang tinggi di tengah masa pandemi Covid-19, tidak menjadi penghalang bagi para nelayan di Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mereka tetap melaut seperti biasanya, meskipun cuaca tidak mendukung akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Bireuen belakangan ini.

Tidak semua nelayan berani mengambil tindakan dengan kondisi saat ini. Namun sebagian dari mereka tetap nekat melaut, walaupun hasil ikan tangkapan para nelayan merosot, karena kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa nelayan pulang tanpa hasil tangkapan.

Krisis ekonomi yang dialami masyarakat di tengah masa pandemi covid-19 juga merupakan alasan kuat mereka tetap melaut.

Hal ini disampaikan Ketua kelompok nelayan Desa Alue Mangki, Nurdin Yahya kepada media Rakyat Aceh, Minggu (6/12).

Penurunan pendapatan para nelayan, sebut Nurdin, sudah terjadi selama lebih kurang dua bulan terakhir, sejak pandemi melanda masyarakat.

Nurdin menyebutkan, dampak pandemi Covid-19 ini dirasakan lebih kurang 25 nelayan yang penghasilan sehari-hari tidak mencukupi. Belum lagi hasil tangkapan nelayan merosot belakangan ini. Namun demikian, mereka tetap bersyukur karena masih bisa melaut seperti biasanya demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Syukur Alhamdulillah masih diberikan kesehatan, sehingga masih bisa melaut seperti biasa. Namun beberapa hari terakhir, sebagian nelayan tidak melaut akibat cuaca yang tidak mendukung dan tingginya gelombang laut,” ujarnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Alue Mangki, Drs Muslim Sulaiman melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Muryazi menjelaskan, mayoritas penghasilan warga desa setempat dari hasil melaut. Namun jika harga ikan di pasaran tidak stabil, dikhawatirkan penghasilan para nelayan tidak mencukupi untuk kebutuhan rumah.

Beberapa hari lalu, sebut Muryazi, para nelayan Desa Alue Mangki mendapatkan bantuan mesin perahu dari aspirasi DPR-RI asal Aceh, Anwar Idris sebanyak 21 buah. Dengan kondisi yang dihadapi para nelayan saat ini, mereka sangat membutuhkan alat penangkap ikan lainnya.

“Kami berharap kepada dinas dan lembaga terkait untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Alat penangkap ikan merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi para nelayan Desa Alue Mangki. Semoga instansi terkait dapat memerhatikan dan memenuhi keinginan para nelayan dalam mengatasi krisis ekonomi yang menimpa masyarakat saat ini,” harap Muryazi.

Amatan media, para nelayan dan pedagang di permukiman itu, tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas, dan selalu mengikuti perkembangan terkini terkait virus corona di Provinsi Aceh. (akh)