Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen Semakin Maju

BIREUEN (RA) – Akademi keperawatan Muhammadiyah Bireuen merupakan Perguruan tinggi keperawatan satu satunya yang ada kabupaten Bireuen. Kini, Eksistensinya menjadi hal yang menarik untuk ditulis dan diamati pola kebijakan dan pengelolaan kampus.

Pada Senin (7/12) Pagi, wartawan Rakyat Aceh menuju ke kampus yang identik dengan warna biru muda ini. Suasana Akademik begitu terasa seperti belajar dilaboratorium,  mahasiswa berolah raga di halaman belakang dan Seach internet diruang terbuka Mahasiswa bahkan sebagian belajar di dalam ruangan kuliah. Iklim akademik dan semangat kekeluargaan begitu terasa disini.

Kemudian, media ini di jamu oleh Bang Machfud Azhari. Beliau Merupakan salah satu senior penggiat Organisasi di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Senior di Bem Fakultas Ekonomi dan juga Pembina di beberapa organisasi ini, kini menjadi bagian dari pengelola Kampus ini. Ada banyak hal yang diceritakan soal kampus ini. Mulai dari rencana pengembangan dan juga pola kebijakan yang di lakukan oleh pimpinan dalam memajukan Kampus.

Beliau menceritakan bahwa Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen merupakan satu-satunya perguruan tinggi Keperawatan di Bireuen. Kampus ini terus berbenah dalam proses pengembangannya oleh Pimpinan dan juga seluruh unsur Pengelola.

“Ada dua hal yang menjadi Fokus oleh direktur Akper Muhammadiyah Bireuen. Pertama, pelaksanaan kualitas pendidikan yang optimal. Kedua, peningkatan kesejahteraan bagi pengelola. Artinya, disaat kedua hal tersebut tercapai maka proses belajar mengajar akan berlangsung dengan optimal,” ujar Machfud Azhari.

Implementasi dari kebijakan tersebut, sebut Dosen muda ini, salah satunya ketika Pandemi covid-19. Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen membagikan masker secara gratis kepada seluruh mahasiswa dan dosen. Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian subsidi internet sebanyak seratus ribu selama dua kali sehingga program tersebut dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa.

Peningkatan kesejahteraan terhadap pengelola juga terus ditingkatkan dengan memberikan isentif tambahan dan juga kenaikan gaji yang disesuai dengan kondisi keuangan, sehingga nantinya diharapkan dapat memacu semangat bagi dosen untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Machfud menyebutkan, Banyak prestasi yang diperoleh Mahasiswa Akper muhammadiyah Bireuen dalam beberapa tahun ini. Diantaranya, juara satu lomba Debat Narkoba Provinsi Aceh, Terpilih Duta Wisata Bireuen, Juara Dua Lomba Bola Kaki Hut PPNI Kabupaten Bireuen, Juara Satu Lomba diskusi program Indonesia Bersih di Lhokseumawe. Bahkan Mahasiswa Akper Muhammadiyah Bireuen terus di libatkan dalam kegiatan Kabupaten seperti Kegiatan PPNI dan juga penyambutan Presiden Republik Indonesia di acara kenduri Kebangsaan.

Kemudian, terpilih secara Nasional oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan pelatihan dasar kepariwisataan serta turut juga di hadiri oleh Anggota DPR RI dari Komisi X.

Beberapa bulan yang lalu, kata Bapak Machfud, Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen melaksanakan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru dengan membuka beberapa jalur beasiswa, diantaranya Beasiswa KIP Kuliah Program Pemerintah, Beasiswa Tahfidh Quran, Beasiswa Pengembangan Prestasi dan Beasiswa Kerjasama.

“Alhamdulillah dengan adanya beasiswa tersebut, kini Akper memiliki mahasiswa Hafizd, berprestasi di Bidang Akademik dan Olahraga. Diharapkan kehadiran mereka nanti bisa menjadi ajang promosi dan juga bagian dari pengembangan kualitas lulusan Kampus,” sebutnya.

Adapun kegiatan sosial yang dilakukan oleh Akademi Keperawatan Muhammadiyah antara lain, membentuk Tim Ekspedisi Peduli Banjir Aceh Utara dengan menghimpun dana dari masyarakat Bireuen dan Sivitas Akademik. Kemudian, disalurkan dalam bentuk bantuan langsung kepada masyarakat di Desa Alue Thoe, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara. Membantu Lembaga Tahfizd Alquran di Desa Samuti Rayek Gandapura. Kemudian di lanjutkan dengan pemberian bantuan untuk pembebasan lahan di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen.

“Kegiatan praktik di beberapa rumah sakit sudah menjadi rutinitas tahunan dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. Dosen yang mengajar pun rata-rata sudah Magister yang spesifikasi dengan jalur mata kuliah. Akademi keperawatan Muhammadiyah Bireuen terus berbenah dalam memberikan pelayanan pendidikan, sehingga nantinya alumni yang dihasilkan bisa Survive dalam menghadapi pesaingan Luar,” kata Machfud Azhari.

Kini, Eksistensi kampus Akper Muhammadiyah Bireuen mulai menarik perhatian masyarakat untuk mengkuliahkan anaknya di kampus ini. Di lihat dari jumlah grafik pendaftar yang terus naik setiap tahunnya. (akh)