BENER MERIAH (RA) – Bunda PAUD Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT., mengukuhkan Hj. Nikmah, S.Sy, sebagai Bunda PAUD Bener Meriah. Seremonial pengukuhan dilakukan di Gedung Serbaguna Setdakab Bener Meriah, Senin (7/12).

Dyah berharap Bunda PAUD Bener Meriah bisa mendorong perbaikan, pembinaan, percepatan dan pengembangan PAUD di Bener Meriah. Untuk selanjutnya, kata Dyah, perlu ada inovasi untuk meningkatkan kualitas lembaga dan guru PAUD di Bener Meriah. Karena itu kerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi terkait juga perlu dilakukan.

“Galang kebersamaan bersama masyarakat di semua wilayah sehingga pengembangan PAUD di Bener Meriah berjalan dengan baik,” kata Dyah.

Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pra-sekolah dalam upaya pembinaan bagi anak yang berusia di bawah enam tahun. Program PAUD kata Dyah, merupakan cara belajar yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sehingga anak punya kesiapan saat akan memasuki pendidikan formal.

Pemerintah Aceh sendiri melalui program Aceh Hebat menempatkan 4 dari 15 program yang bisa menyentuh langsung PAUD, yaitu Aceh Troe, Aceh Teuga, Aceh Carong dan Aceh Meuadab.

“Anak-anak Aceh insya Allah akan tumbuh menjadi tangguh dan bisa menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” kata Dyah. Tidak mungkin anak-anak Aceh berkembang dengan baik jika pada usia dini, mereka mengalami gizi buruk dan sakit-sakitan.

Usia dini, lanjut Dyah, merupakan periode emas. Di mana pada masa itu sel-sel saraf anak mengalami perkembangan yang sangat cepat. Penelitian neurologis menunjukkan di usia 0-6 bulan, otak anak berkembang hingga 50 persen. Perkembangan 75 persen terjadi di usia 2 tahun dan menjadi 90 persen pada 5 tahun serta mencapai 99 tahun di usia 10 tahun. Artinya, pertumbuhan anak di usia 10 hingga dewasa hanya 1 persen saja.

“Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan anak tumbuh sangat cepat pada usia 0-6 tahun. Karenanya lembaga PAUD penting dan sangat berperan membantu perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosial anak,” kata Dyah.

Sementara itu, Bunda PAUD Bener Meriah Nikmah, mengharapkan Bunda PAUD Aceh bisa mendampingi pihaknya khusunya untuk membangun, membina dan memajukan layanan PAUD berkualitas di Bener Meriah

“Dengan bantuan ibu-ibu semua, harapannya agar kiranya kita bisa menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas di Bener Meriah ini,” kata Nikmah.

Senada dengan Nikmah, Bupati Bener Meriah, Tgk Syarkawi, juga mengharapkan bimbingan Bunda PAUD Aceh agar seluruh jajaran PAUD Bener Meriah bisa bekerja lebih baik.

Pemerintah Bener Meriah, kata Syarkawi, terus mendukung pengembangan PAUD termasuk menganggarkan anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana PAUD.

Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan berupa peraturan bupati yang mewajibkan gampong untuk memasukkan program pencegahan stunting. “Harus ada penambahan makanan tambahan dialokasikan dalam dana desa. Kalau tidak dimasukkan, anggarannya jangan dievaluasi. Itu melekat di pemerintahan gampong,” kata Syarkawi.

Ia memandang, kecukupan gizi anak di Bener Meriah harus sepenuhnya terpenuhi. “Masa emas dimulai fase 0-6 tahun. Pertumbuhan fisik, otak dan kasih sayang sangat dibutuhkan anak. Karena itu penanganan pada anak-anak di periode ini harus maksimal.” [Ra]