Proses Belajar Tatap Muka di MIN 8 Bireuen Patuhi Prokes

Ketua DPRK Aceh Jaya, Muslem D

BIREUEN (RA) – Sekolah merupakan perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan Negara.

Sebagai makhluk yang selalu ketergantungan kepada makhluk lain, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan dan kemudian timbul aturan-aturan yang dinamakan norma kemasyarakatan.

Lembaga sosial sering pula dinamakan pranata sosial. Jika anda bekerja di sebuah tim lintas fungsional, anda harus selalu berkontribusi melalui sikap rendah hati untuk kesuksesan bersama, tanpa berpikir bahwa fungsi pekerjaan anda lebih istimewa dari yang lain.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah MIN 8 Bireuen, Drs Yusri, MA kepada media Rakyat Aceh, Senin (7/12).

Disebutkan, organisasi masa depan akan menuntut setiap karyawan dan pimpinan untuk dapat bekerja sama ataupun berkolaborasi secara lintas fungsional. Keunggulan masing-masing unit kerja atau individu harus menjadi satu peran dalam multifungsi pekerjaan.

Bekerja efektif dengan fungsi lain akan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dapat dijawab oleh setiap orang untuk membuat organisasi menjadi lebih fleksible. Hal ini, sama seperti praktik tim sepak bola yang mewajibkan semua pemain untuk siap dimainkan di posisi manapun. Seorang pemain belakang harus mampu menjadi penyerang, seorang penyerang juga harus siap dimainkan di posisi sesuai strategi pelatih. Artinya, setiap orang di dalam tim harus bisa memainkan fungsi dan peran apa saja sesuai kebutuhan strategi tim untuk mencapai kemenangan.

“Kami MIN 8 Gandapura, Kabupaten Bireuen, selalu berusaha untuk bersama dalam segala hal demi tercapainya visi dan misi sekolah dalam peningkatan mutu organisasi dan mutu sekolah, serta meyakini bahwa setiap sekolah ada kelebihan dan kekurangan. Sehingga peran penting perlu di aktualisasi dalam praktik,” ujar Drs Yusri.

Kesuksesan sebuah target, sebut Yusri, tidak terlepas dari peran tim. Salah besar jika kita tidak pernah menghargai peran orang lain. Oleh karenanya, sikap kita sebagai nahkoda (pimpinan) tidak perlu bersahabat setia dengan sikap (hipokrit) atau mau menang sendiri. Coba lihat, sampan yang di kayuh oleh nelayan di lautan dan di pandu oleh seorang nelayan lainnya, memainkan peran masing-masing, sehingga tercapai target yang ingin diraih.

“Sehubungan dengan covid-19 yang tidak menentu kapan berakhir, sekolah tetap harus berjalan. Para siswa/i mesti kesekolah, sekalipun aktifitas proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal dikarenakan para pelajar harus belajar ber shif ( berkelompok A atau B) untuk menaati serta mengikuti protokol kesehatan,” sebut Kepala MAN 8 Bireuen.

Yusri menambahkan, berdasarkan surat edaran pemerintah terkait pembelajaran tingkat madrasah ibtidaiyah, MIN 8 Bireuen telah melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memerhatikan protokol kesehatan dan protokol pendidikan dalam segala aspek kegiatan pembelajar.

“Mari kita jaga dan menghindari covid-19, tetap produktif dan mematuhi protokol kesehatan, “Madrasah Hebat, Madrasah Bermartabat”, kata Drs Yusri. (akh)