Masuk Dalam Bursa Wagub Aceh, Darwati Mengaku Bangga

Darwati A Gani.

BANDA ACEH (RA) – Anggota DPR Aceh dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Darwati A Gani, mengaku bangga namanya masuk dalam bursa calon wakil Gubernur Aceh.

“Sudah bisa masuk sebagai nominasi saja sudah bangga sekali, ya,” kata Darwati singkat, Sabtu kemarin (5/12).

Saat ditanyai media ini, jika nanti dirinya mendapat tawaran dari partai pengusung Irwandi-Nova, Darwati memilih tidak mau menjawab. “Saya ngak mau komen masalah itu, makasih, “sebutnya.

Sebelumnya Sejumlah nama mulai muncul sebagai bakal calon Wakil Gubernur Aceh usai Nova Iriansyah dilantik menjadi Gubernur Aceh. Salah satunya Darwati A Gani Adapun parpol pengusung Irwandi Nova pada Pilkada 2017 lalu terdiri dari 5 partai, yaitu PNA, Demokrat, PDA, PKB dan PDIP.

Pengamat Aryos Nivada mengatakan, pasca dilantiknya Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh pada rapat paripurna istimewa DPRA, di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Kamis (5/11) lalu, sudah saatnya partai pengusung Irwandi-Nova mengusulkan calon kepada Nova untuk selanjutnya dipilih dalam rapat paripurna DPRA.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 54 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.

“Disebutkan dalam Pasal 54 UUPA, apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Gubernur/yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan, Gubernur mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur/untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRA berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik, atau partai politik lokal atau gabungan partai politik lokal, atau gabungan partai politik dengan partai politik lokal yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan Gubernur. Ketentuan serupa juga diatur dalam Pasal 174 ayat (2) UU pilkada,” jelas Aryos.

Dalam Pasal 174 ayat (4) UU Pilkada juga disebutkan Apabila Gubernur berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dicalonkan dari fraksi atau gabungan fraksi-fraksi atau gabungan fraksi yang mengusung Gubernur yang berhenti atau yang diberhentikan mengusulkan 2 (dua) orang Calon Gubernur kepada DPRD Provinsi untuk dipilih.

Menurut Aryos, parpol tidak memiliki banyak waktu lagi sebab lewat dari Desember 2020, Parpol pengusung tidak dapat lagi mengajukan calon wagub.

“Apabila dilihat sisa waktu dari Desember 2020 hingga juni 2022 itu pas 18 bulan. Lewat dari Desember 2020 parpol tidak dapat mengusung wagub lagi sebab sudah melewati ketentuan peraturan perundangan. Artinya Nova tidak ada wakil hingga berakhirnya masa jabatan,” ujar Aryos.

Menurut Aryos, parpol pengusung harus bermufakat bersama dalam hal pengusungan calon. Jangan sampai saluran komunikasi terhambat karena akan mempengaruhi proses pengusulan calon kedepan. (mar/bai)