Mutasi Dilingkungan Pemkab Shabela Ajak ASN Kompak Bangun Aceh Tengah

Suasana pelantikan seratusan lebih ASN dilingkungan Pemkab Aceh Tengah, pengambilan sumpah berjalan dengan baik hingga selesai. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Sebanyak 123 pejabat administrator dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dilakukan mutasi.

Hal ini dilakukan pertama untuk mengisi kekosongan kedua untuk mengingkatan kinerja dalam membangun Aceh Tengah. Shabela menginginkan pegawai taat pada aturan main, artinya patuh terhadap pimpinan.

Amanah yang diemban adalah harapan masyarakat bagaiamana pegawai harus benart berbakti untuk nusa dan bangsa. Kekmpakan harus dibangun untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman.

Dalam bekerja, harapan bupati, bawahan jangan sesekali mengritik atasan apalagi dengan mengalang aksi. “Kami akan menilai semua kinerja ASN yang ada di lingkungan pemerintah. Jangan cari-cari kesalahan pimpinan, agar terbuang,” ajak Shabela.

“Saya melihat kekompakan Korpri, Pegawai Negeri di Aceh Tengah ini kurang kompak, masing-masing bergerak sendiri dan ada kelompok-kelompok saya sudah katakan, kita satu, Aceh Tengah, tidak ada timur-barat, kadang-kadang ada pangkat atau Golongan IIIA, IIIB sudah mulai buat pengaruh,” kata Bupati Shabela dengan nada kesal.

Shabela meminta, PNS jika memiliki keluh kesah terhadap pimpinanya terlebih dahulu dibicarakan dengan yang bersangutan tidak gembar-gembor kesana kemari, apalagi dengan cara berdemo.

“Kemarin sempat terjadi demo besar-besaran, jangan mandem diri sendiri, bila ada yang kurang sampaikan dengan ilegan. Perlu diketahui, apakah ada kami memberhentikan tenaga kontrak, apakah ada kami mengurangi honorer di Aceh Tengah ini, belum, malah sudah lebih banyak honorer daripada kontrak,” katanya.

Sejauh ini kata Shabela, pihaknya masih mempertahankan tenaga kontrak dan tenaga honorer, bahkan katanya tenaga kontrak dan honorer masih ada yang mendapat gaji mendapat Rp200 ribu, Rp400 ribu, Rp800 ribu bahkan ada yang mendapat satu juta seratus.

Sejauh ini katanya, masih ada abdi negara yang harus dilatih, menurutnya, pimpinan bukan untuk disanjung, melainkan dijaga, jika salah diingatkan, bukan salah terus ditendang.

“Di Aceh Tengah ini ada beberapa OPD ada yang tidak suka dengan Kepala dinasnya lalu membuat gerakan, silahkan demo yang sportif, sampaikan aspirasi ke kami bukan mau menghancurkan Aceh Tengah ini,” tutup Shabela Abubakar.

Untuk diketahui, ratusan pejabat administrator yang dilantik itu, dua diantaranya adalah Camat Lut Tawar Hardi Selisih Mara dan Camat Ketol Iwan Sejahtera. (jur/bai)