Warga berkerumunan menyaksikan proses evakuasi pasangan suami istri yang meninggal secara bersamaan di tempat tidur kamar rumahnya. Selasa (8/12). IKHSAN LANCOK/RAKYAT ACEH

MEUREUDU (RA) – Sepasang suami istri, warga Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya,   Marzuki Hanafiah (65) dan istrinya Erwani (55) ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur di rumahnya. Kematian pasangan suami istri itu diperkirakan telah 10 hari.

Kematian pasangan suami istri yang diduga kuat korban pembunuhan, pertama kali ditemukan dan diketahui tak bernyawa oleh adik kandung korban, Muzakir Hanifiah, Selasa (8/12) sekira pukul 14.30 Wib. Saat ditemukan, jenazah korban mengeluarkan bau menyengat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Rakyat Aceh dari Keuchik Meunasah Balek, Azhar M. Gade, menyebutkan, korban sejak tanggal 29 November 2020 tidak keluar rumah. Di rumah tersebut, tidak ada orang lainnya yang tinggal bersama mereka.
Menurutnya, adik korban merasa curiga karena selama 10 hari pasangan suami itu yang sehari-hari berjualan peci di sebelah timur kantor Camat Meurueudu tersebut tidak kelihatan dan berjualan di tempat usahannya.
Karena korban tak berjualan sejak tanggal 29 November 2020, kata Keuchik lagi, adik kandung korban kemarin memutuskan untuk mencarinya ke rumah.  ” Korban pertama sekali ditemukan tak bernyawa di tempat tidur rumahnya oleh adik kandungnya. Adik kandungnya curiga karena sudah 10 hari korban tidak kelihatan dan berjualan,” ungkap Azhar.
Dijelaskan, saat adik kandung korban mendatangi rumah yang berada di pinggir jalan menuju pantai wisata Meurah Setia (Manohara), pintu utama rumah tidak terkunci, kemudian di cek seisi rumah, tapi tidak ditemukan. Lalu saat dibuka pintu kamar utama, bau menyengat langsung menyambar hidung Muzakir dan hampir pingsan.
” Saat bau menyegat tersebut, Muzakir hampir pingsan dan langsung keluar rumah sambil menangis. Lalu adik korban memberitahukan kepada kami,” ujar Azhar.
Lebih jauh diterangkan bahwa, selama ini  pasangan suami istri selama ini memiliki riwayat Darah Manis (DM). Dikatakan juga, seisi rumah korban juga tidak ada tanda-tanda kekerasan, berikut kondisi bangunan rumah juga tidak ada tanda-tanda dimasuk secara paksa.
Sementara Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni’am, S.Ag, SH, MH  melaui Kapolsek Meureudu, Ipda M. Yunus yang temui Rakyat Aceh di lokasi mengatakan, pada 14.30 WIB  pihaknya dihubungi oleh aparat gampong bahwa ada pasangan suami istri yang meninggal secara bersamaan di tempat tidur rumahnya.
” Mendapat laporan ada pasangan suami istri meninggal secara bersamaan, Kami langsung ke lokasi dan memasang police line dan melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara,” kata Yunus.
Dijelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan indikasi awal penyebab kematian pasangan suami istri itu. Untuk kepastiannya, kasus kematian pasutri tersebut akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak Polres Pidie.
” Belum dapat kita simpulkan indikasi awal, hal-hal lain pihak Polres Pidie Jaya yang melakukan penyelidikan dan mengungkapkannya nanti,” tukasnya. (ikhsan)