armia di Lampiran 18.59 (52 menit yang lalu) kepada saya TINJAU BENDUNG- Wamen PUPR, Jhon Wempi Wetipo SH,MH bersama Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Ruslan M Daud, didampingi tim dari Kementerian PUPR, Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, Kadis Pengairan Aceh, Mawardi dan pejabat balai Aceh meninjau Bendung Krueng Pase yang jebol dihantam banjir di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, pada Selasa (8/12). ARMIADI/RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA)- Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR), Jhon Wempi Wetipo SH,MH bersama Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), meninjau Bendungan Krueng Pase yang jebol dihantam banjir di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, pada Selasa (8/12).

“Saya pikir ini bencana alam, dan tidak bisa menduga karena akan terjadi kapan saja. Jadi negara harus hadir untuk memberikan perhatian kepada rakyatnya. Nah wujud perhatian negera maka kita hadir kesini,”ucap Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo kepada awak media, dilokasi Bendung Krueng Pase jebol di Meurah Mulia, Aceh Utara, kemarin.

Ia mengatakan, masyarakat petani harus tenang dan bersabar, karena penanganan darurat jebolnya tanggul bendungan itu akan segera dikerjakan secara tanggap darurat. “ Ya dalam waktu satu atau dua minggu kedepan di bulan ini akan kita tuntaskan persoalan ini, supaya dua pintu air kembali berfungsi untuk mengairi air ke sawah petani di sembilan kecamatan,”katanya.

Sebut Wamen, untuk penanganan secara darurat bendung Krueng Pase ini, maka kepala balai wilayah sungai di Aceh dengan tim dari  pusat untuk menghitung biaya secepat mungkin. Dengan harapan, agar bisa melaksanakan pekerjaan sehingga air bisa berfungsi kembali ke sawah petani. “Kita menggunakan surat tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Aceh Utara yang dikeluarkan oleh bupati, surat itu kita pakai untuk pekerjaan tanggap darurat Bendung Krueng Pase yang jebol tersebut,”ungkapnya.  

Selain itu, lanjut dia, untuk pekerjaan secara permanen, lanjut dia, akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang dengan anggaran tahap pertama dari APBN sebesar Rp 30 miliar. “Jadi terkait ada pembebasan lahan sekitar 3 hektar, kita akan diskusikan dengan pak bupati untuk lanjutan di tahun 2021,”ucapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan Wamen PUPR, Jhon Wempi Wetipo SH MH juga didampingi Staf Ahli Menteri PUPR, Achmad Gani Ghazali Akman, Direktur Preservasi Jalan, Akhmad Cahyadi, Elroy Koyari  selaku Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan. Kemudian, sejumlah pejabat dari balai wilayah sungai Aceh, Kepala Dinas SDA Aceh, Mawardi dan pejabat lainnya.

Kehadiran Wamen bersama rombongan disambut oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Edi Anwar dan pejabat lainnya.

Usai berkunjung ke bendung Krueng Pase, rombongan juga ikut hadir ke lokasi pengungsi di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara serta menyerahkan bantuan masa panik. Kemudian, dilanjutkan meninjau pembangunan di Kampus IAIN Lhokseumawe, di kawasan Buket Rata Lhokseumawe.  Sedangkan, pada Rabu besok (hari ini,red), Wamen bersama rombongan juga  akan berkunjung ke Aceh Timur. (arm)