Maulid Nabi, Cara Muslim Memuliakan Rasulullah

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS bersama anak yatim. Desa Beureugang Kecamatan Kaway XVI, Rabu (9/12).

Meulaboh – Merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Bupati Aceh Barat H. Ramli MS berpesan, agar senantiasa perbanyak ibadah kepada Allah SWT. Gampong Beureugang Kecamatan Kaway XVI, Rabu (9/12).

Maulid bagian dari upaya umat muslim untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sehingga apa yang menjadi warisan tetap dilaksanakan sampai anak dan cucu.

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS, mengharapkan kepada seluruh umat muslim agar tetap melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, agar kesan dari mentauladani akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW dapat terus mengakar di tengah masyarakat. “Program syariat Islam secara kaffah di Kabupaten Aceh Barat dapat terus terbangun,” harapnya.

Perayaan maulid, sambung H. Ramli MS, telah menjadi agenda rutin setiap tahun, agar terus mengingatkan histori tentang perjuangan rasul dalam mensyiarkan agama Islam. “Sampai menjadikan diri kita ini sebagai pengikutnya,” mencontohkan.

Ia menuturkan, banyak orang yang salah manafsirkan pelaksanaan maulid ini, lantaran masih ada yang menyatakan bid’ah dan sebagainya. Hal tersebut menandakan masih ada ketidaktahuan dan tidak mau belajar. Para orang tua agar tidak boleh takut maupun letih mengantar anak-anaknya ke pesantren, karena mereka bakal menjadi penerus dan pewaris ulama kemudian hari.

“Makanya saya sangat ingin, pemimpin masa depan berasal dari jebolan pasantren agar sangat bijaksana dalam mengambil keputusan,” cetusnya.

Momen perayaan tersebut, H. Ramli MS juga meminta forum pimpinan kecamatan Kaway XVI dapat terus menggalakkan majelis ta’lim agar masyarakat setempat dapat terus membentengi diri dari pengaruh luar yang penuh dengan kesia-siaan.

Di akhir kegiatan, H. Ramli MS terlihat memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. “Ini bagian dari memuliakan anak yatim dengan membagikan rasa kasih dan sayang berupa santunan,” nilainya.

Meskipun telah ditinggalkan orang tua, H. Ramli MS mengharapkan kepada anak yatim supaya dapat terus bersemangat dalam menjalani kehidupan. Terutama tidak pernah menyerah dalam menggapai cita-cita.

“Status anak tidak memiliki orang tua (yatim) itu, bukan menjadi faktor menghambat. Tapi usaha dan ikhtiar serta semangat dari diri sendiri yang akan menentukan kita dalam meraih apa yang dicita-citakan,” pesannya.

Kedepannya, H. Ramli MS menyampaikan informasi, jika akan ada pergeseran kucuran dana APBK, jika sebelumnya 80% untuk pembangunan di desa, maka dirubah 60% bagi peruntukan pembangunan kota.

Perencana anggaran demikian ditempuhnya, agar ada perbaikan dan program rehab kontruksi bagi infrastruktur yang mulai rusak di wilayah perkotaan.

Pembangunan desa dinilai telah selesai, apalagi program pembangunan Ringroad dan akses jalan sudah terhubungkan dari semua kecamatan. “Sesuai semboyan “membangun desa sudah tentu maju kota”.

H. Ramli MS memperkirakan, jika seluruh program berjalan lancar, maka tahun 2024 mendatang, Aceh Barat telah layak menjadi kota industry. (den)