Tampak Usang, Infrastruktur di SDN 7 Gandapura Minta Direhab

BIREUEN (RA) – Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Gandapura perlu mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Bireuen. Mengingat sekolah tersebut merupakan SD favorit di Kecamatan Gandapura.

Wartawan Media Harian Rakyat Aceh di Bireuen, banyak menerima keluhan dari orang tua siswa terkait kondisi infrastruktur SDN 7 Gandapura yang sudah usang dan tidak layak pakai.

Saat disambangi di ruang kerjanya, Kamis (10/12), Kepala Sekolah Dasar Negeri 7 Gandapura, Sabri, S. Pd mengaku, kantor guru dan WC sudah usang dan perlu direhab.

“Secara teknis, infrastruktur di SDN 7 Gandapura sudah wajar dibenahi. Pembenahan ini perlu sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Termasuk upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan peranan strategis yang dimiliki oleh pendidikan, dan itu bisa dimulai dari kondisi sarana dan prasarana yang diberikan kepada guru serta peserta didik,” ujar Pak Sabri.

Menurut pengakuannya, kantor guru sekolah beberapa bulan lalu di bobol maling. Pihak sekolah di rugikan dengan kehilangan 4 leptop, 1 proyektor InFocus, beberapa alat perlengkapan untuk pemasangan Wifi, 3 Gitar untuk alat pembelajaran seni, dan uang jutaan rupiah.

“Kondisi kantor guru sekolah yang sudah usang, memudahkan maling beraksi. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, dikhawatirkan akan lebih banyak kehilangan aset sekolah lainnya,” sebut Sabri dengan nada khawatir.

Ketika ditanyakan kronologis kehilangan, Bapak Sabri menceritakan dengan kesalnya dan mengatakan bahwa maling masuk melalui jendela boven yang digunakan sebagai lubang angin pada bagian dinding ruangan kantor bidang administrasi sekolah. Namun, dengan kondisi jendela boven di kantor guru yang sudah rusak, aksi kejam maling tersebut tidak bisa diatasi.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gandapura, namun menurut pengakuan beliau, tidak ada indikasi akan ditemukan kembali barang hilang yang merupakan aset sekolah ini.

“Untuk tahun 2021, kami sudah membicarakan kondisi bangunan di sekolah SDN 7 Gandapura yang sudah tidak layak huni seperti kantor guru dan WC. Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Bireuen agar diperhatikan dan direhab demi kemaslahatan sekolah,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir M.Pd, namun sering sekali tidak direspon. Pesan WhatsApp yang sudah dilayangkanpun, hingga kini belum ada balasan bahkan diabaikan oleh publik figur ini. (akh)