Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo Segera Rehab Bendungan Krueng Pase

Wamen PUPR, Jhon Wempi Wetipo meninjau Bendungan Krueng Pase yang jebol dihantam banjir di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, pada Selasa (8/12). ARMIADI/RAKYAT ACEH

Quote
“Ya dalam waktu satu atau dua minggu kedepan di bulan ini akan kita tuntaskan persoalan ini, supaya dua pintu air kembali berfungsi untuk mengairi air ke sawah petani di sembilan kecamatan,”

ACEH UTARA (RA) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR), Jhon Wempi Wetipo, Selasa kemarin (8/12) meninjau Bendungan Krueng Pase yang jebol dihantam banjir di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, tiga hari lalu.

“Saya pikir ini bencana alam, dan tidak bisa menduga karena akan terjadi kapan saja. Jadi negara harus hadir untuk memberikan perhatian kepada rakyatnya. Nah wujud perhatian negera maka kita hadir kesini,”ucap Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo kepada awak media, dilokasi Bendung Krueng Pase jebol di Meurah Mulia, Aceh Utara, kemarin.

Wamen yang saat itu didampingi Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), mengatakan, para petani harus tenang dan bersabar, karena penanganan darurat jebolnya tanggul bendungan itu akan segera dikerjakan secara tanggap darurat.

“Ya dalam waktu satu atau dua minggu kedepan di bulan ini akan kita tuntaskan persoalan ini, supaya dua pintu air kembali berfungsi untuk mengairi air ke sawah petani di sembilan kecamatan,” katanya.

Sebut Wamen, untuk penanganan secara darurat bendungan Krueng Pase ini, maka Kepala Balai Wilayah Sungai di Aceh dengan tim dari pusat bisa menghitung biaya secepat mungkin. Diharapkan bisa segera melaksanakan pekerjaan sehingga air bisa berfungsi kembali ke sawah petani.

“Kita menggunakan surat tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Aceh Utara yang dikeluarkan oleh bupati, surat itu kita pakai untuk pekerjaan tanggap darurat Bendung Krueng Pase yang jebol tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk pekerjaan secara permanen, lanjut dia, akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang dengan anggaran tahap pertama dari APBN sebesar Rp 30 miliar.
“Jadi terkait ada pembebasan lahan sekitar 3 hektar, kita akan diskusikan dengan pak bupati untuk lanjutan di tahun 2021,”ucapnya.

Ia juga menjelaskan, kunjugan kerja itu dilakukan atas perintah Menteri PUPR yang meminta dirinya ke Aceh didampingi oleh Anggota DPR-RI asal Aceh Haji Ruslan M. Daud. Tujuannya, untuk melihat kondisi bencana banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur.

“Pak Menteri ada ke Medan, dan saya ditugaskan ke Aceh, intinya bagaimana kita harus lakukan penanganan darurat terhadap Bendung Krueng Pase yang telah jebol tersebut,”pintanya.

Kehadiran Wamen bersama rombongan disambut oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Edi Anwar dan pejabat lainnya. Usai berkunjung ke bendung Krueng Pase, rombongan juga ikut hadir ke lokasi pengungsi di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara serta menyerahkan bantuan masa panik.

Kemudian, dilanjutkan meninjau pembangunan di Kampus IAIN Lhokseumawe, di kawasan Buket Rata Lhokseumawe. Sedangkan, pada Rabu (9/12) Wamen bersama rombongan juga akan melakukan kunjugan kerja ke Aceh Timur. (arm/min)