JAKARTA (RA) – Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad meminta polisi tidak berlebihan dalam menangani kasus pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Penanganan Habib Rizieq jangan berlebihan. Dia kan warga negara biasa,” terang Fadel saat ditemui usai acara FGD di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Sabtu (12/12). Dia meminta Rizieq tidak dijadikan musuh. Sebab, dia bukan lah musuh negara, melainkan warga biasa seperti masyarakat lainnya.

Jadi, dia meminta agar kasus itu ditangani biasa saja dan tidak perlu berlebihan. Menurut Fadel, jika penanganan kasus tersebut ditangani berlebih, maka reaksi masyarakat akan tidak bagus. Reaksi masyarakat bisa dilihat di media sosial. “Kalau buat medsos, rasanya risih,” ungkap dia.

Mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu mengatakan, yang menjadi masalah sekarang adalah kesehatan dan ekonomi. Dampak ekonomi sangat berat bagi masyarakat. Kondisi ekonomi terjun bebas akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, ada beberapa orang yang datang dan bertanya kepada dirinya, apakah kasus Rizieq itu merupakan pengalingan isu dari pemerintah. Tentu, sebagai anggota MPR, dia merasa tidak enak dengan pertanyaan itu. “Jadi, nggak enak saya yang ada di MPR,” urainya.

Untuk itu, dia mendesak polisi agar tidak berlebihan dalam menangani kasus Rizieq. Menurut, Rizieq merupakan warga biasa yang sejak zaman Soeharto sudah ada. “Rizieq itu sudah ada sejak zaman Pak Harto. Kenapa baru sekarang,?” ungkap dia.

Terkait kematian enam laskar FPI, Fadel mendukung dibentuk tim khusus atau tim independen untuk mengusut tuntas kasus penembakan berujung kematian enam nyawa itu. Tindakan polisi kepada laskar FPI itu sangat berlebihan, karena sampai menyebabkan hilangnya nyawa orang. “Saya setuju dibuat tim khusus. Tim independen untuk mengusut agar keluarga korban bisa mendapatkan kepastian,” tandas Fadel. (Jawa Pos)