Dispora Tangguhkan Sisa Pembayaran Lahan PORA

Rakyat Aceh

Harianrakyataceh.com – Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparbud Pora) Kabupaten Pidie, menangguhkan sisa pembayaran harga tanah milik masyarakat untuk pembangunan gedung Sport City Pekan Olahraga Raga Aceh (PORA) XIV.

Kepala Dinas Parbud Pora Pidie, Apriadi S.Sos kepada wartawan mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan Sport City PORA IX, sebesar Rp 22 miliar lebih, namun yang dialokasi dalam APBK Pidie 2020, hanya sebesar Rp 14,5 miliar.

Dana sebesar itu, kata Apriadi masih kurang lebih dari Rp7,6 milyar dari pembayaran keseluruhan lahan seluas 5 hektar.

Disinggung, bagaimana upaya pembebasan tersebut. Apriadi menerangkan, harga tanah di bawah Rp 1 milyar dibayar pada tahun ini. Sebaliknya harga tanah yang di atas Rp 1 miliar, dibayar 45 hingga 50 persen.

Selanjutnya, sisa dari 45 hingga 50 persen, akan dibayar di tahun 2021 mendatang, atau pada akhir bulan Maret 2021 mendatang. Dan, itu sudah disepakati bersama.

Menyangkut pembayaran harga tanah berdasarkan harga yang telah ditetapkan tim KJPP sesuai letak lokasi lahan yang dibebaskan dari lahan Sport City tersebut.

Sementara mekanisme pembayaran tanah PORA, lanjut Apriadi, akan ditransfer melalui rekening pemilik tanah masing-masing setelah melengkapi persyaratan administrasi untuk dilakukan proses pencairan dana.

Pantauan Rakyat Aceh, Ahad kemarin, proses penimbunan lahan untuk pembangunan gedung Sport City persis di belakang gedung PWI Pidie, sudah mulai dikerjakan pihak rekanan kontraktor.

Sementaea itu, dua hari sebelumnya Kadis PU Perkim Pidie, HM Adam ST kepada Rakyat Aceh menyebutkan, sebelum ditimbun lokasi tersebut seluruh sindemen lumpur dan hutan bakau dikorek agar dapat tanah dasar. Nyatanya, pelaksanaan dilapangan sangat berbeda. (mag85/rif)