Jalan Utama Kampung Rantau Pakam Terancam Putus

Teks foto: Sejumlah warga menyaksikan badan tanggul yang abrasi sekitar 20 meter akibat diterjang arus banjir, di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Senin (14/12). DEDE/RAKYAT ACEH

Tanggul Sungai Abrasi 20 Meter

ACEH TAMIANG (RA) – Tanggul sungai Aceh Tamiang di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang mengalami abrasi sepanjang 20 meter, akibat dihantam banjir, Senin (14/12).

Dari pantauan, titik tanggul yang tergerus arus banjir berada dibibir jalan utama Kampung Rantau Pakam. Abrasi tanggul dengan lebar sekitar 3-4 meter dan panjang 20 meter ini tepat di sebelah proyek sheet pile yang baru di bangun.

“Tanggul mengalami abrasi diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB. Tadi langsung diperbaiki secara manual menggunakan tanah timbun,” kata datok penghulu (kades) Rantau Pakam, Ruslan di lokasi kejadian.

Ruslan menyebut, perbaikan tanggul sangat diperlukan untuk mengantisipasi bila air sungai tinggi kembali dapat menggerus abrasi yang lebih luas lagi. “Bisa dikatakan tanah timbun ini bukan perbaikan permanen, tapi antisipasi sementara. Kalau tidak ditimbun jalan utama kampung kami bisa putus kena abrasi,” ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan pembangunan sheet pile lanjutan untuk menghalau arus sungai tidak langsung menghantam tanggul tanah. “Di samping abrasi itu terdapat bangunan sheet pile tahun 2019, kita berharap sheet pile bisa dipanjangkan lagi untuk pengaman tanggul,” pinta Ruslan.

Salah seorang anggota Tagana Aceh Tamiang, Jeni Pranata menuturkan, banjir di Rantau Pakam dan Teluk Halban, Kecamatan Bendahara merupakan kiriman dari wilayah hulu Aceh Tamiang. Sejauh ini tanggul yang retak dan abrasi sudah diperbaiki alakadarnya. Sementara air banjir belum sempat menggenangi permukiman.

“Perbaikan tanggul terbatas lahan, hanya bisa ditimbun tanah karena dekat sekali dengan jalan,” ujar Jeni.

Sementara banjir di wilayah hulu mulai surut. Di Kampung Tenggulun dan Simpang Kiri yang sempat tergenang 60-80 centimeter sudah bisa dilalui kendaraan.

Adapun kampung yang tergenang banjir di Kecamatan Tenggulun pada Minggu (13/12) yakni, Simpang Kiri, Rimba Sawang dan Tebing Tinggi.

“Ada ratusan KK yang dievakuasi oleh petugas gabungan, sebagian warga mengungsi di tenda darurat yang didirikan BPBD Aceh Tamiang,” kata Camat Tenggulun, M Dede Winatha. (mag-86)