OMS Bahas Bendera dan Lambang Aceh di Lhokseumawe 

LHOKSEUMAWE (RA)- Organisasi Muda Seudang (OMS) Pusat, menggelar Focus Group Discussion bertema “Quo Vadis Bendera & Lambang Aceh” di Aula Lido Graha Hotel Lhokseumawe dalam Wilayah Kuta Pase, pada Ahad (13/12).

Focus Group Discussion itu menghadirkan narasumber, yakni Senator Aceh, Fachrul Razi, M.I.P yang juga Ketua Komite I DPD-RI,

Anggota DPRK Lhokseumawe, Fauzan, Dosen Fisip Unimal, Alfian,S.HI.,MA dan Sekjen Muda Seudang, Andi Mua’rif. Bertindak sebagai moderator, Halim Abe dan yang menjadi MC adalah Muhammad Razie. Turut hadir Jurubicara Partai Aceh Lhokseumawe, Budi Karma Bakti.

Atas kegiatan itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kota Lhokseumawe, memberikan apresiasi kepada kalangan muda Aceh yang tergabung dalam Organisasi Muda Seudang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Lhokseumawe, Abdurahman akrab disapa Raman Biro, pada Ahad (13/12), saat membuka

Focus Group Discussion, yang dihadiri oleg 100 peserta lebih yang terdiri dari mahasiswa, pengamat politik dan lintas ormas lainya serta masyarakat umum.

Abdurraman menyatakan, kehadiran kalangan muda dalam mengawal poin-poin MoU Heslinki RI-GAM suatu keharusan dan kewajiban sebagai anak bangsa yang lahir dan besar di Aceh. “Kalangan muda sebagai generasi penerus perlu mengawal jalannya MoU Helsinki dan UUPA, demi martabat dan kesejahteraan rakyat Aceh di masa yang akan datang, sehingga dapat memacu implementasi MoU Helsinki agar berjalan di Aceh. Seperti bendera dan lambang Aceh yang

sudah sah berlaku di Aceh, tapi Pusat masih mempersoalkan,”ungkapnya.

Menurut dia, bendera dan lambang Aceh itu merupakan jati diri dan identitas bangsa Aceh sesuai yang tertuang dalan perjanjian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam.

Ia juga berharap kepada generasi muda Aceh lainya agar mengikuti jejak Muda Seudang Aceh yang memiliki semangat, idiologi serta kritis dalam menyikapi dinamika politik, sosial yang sedang berlangsung saat ini di bumi Aceh tercinta. “Generasi muda adalah pewaris Aceh yang akan datang karena masa depan anda dan bangsa ini ditentukan dari sekarang, generasi muda di tuntut mengetahui sejarah bangsanya karena bangsa Aceh, salah satu bangsa yang besar, pemuda juga harus kritis, berintegritas, terutama memiliki idologi ke Acehan,”tegas Biro.

Baca Juga...  PENBI UBBG Adakan Peusijuk MABA 2022

Sementara itu, Ketua Muda Seudang, Agam Nur Muhajir di dampingi Pembina Muda Seudang, Isda, menyebutkan, Muda Seudang adalah sebuah organisasi Pemuda dan Mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Aceh yang berpusat di Banda Aceh. “Organisasi ini fokus pada pendidikan politik, sosial, budaya dan ekonomi Aceh, Terutama dalam mengisi dan mengawal implementasi MoU Helsinki dan UUPA sebagai kekhususan bagi Aceh,”katanya.(arm/ra)