Tapal Batas 4 Desa di Simeulue Belum Tuntas

Samsudin, Kabag Tapem dan Otda Kabupaten Simeulue.

SIMEULUE (RA) – Pemerintah Kabupaten Simeulue, bakal tertibkan administrasi secara resmi titik koordinat tapal batas wilayah untuk masing-masing 138 desa dan dan tapal batas wilayah 10 Kecamatan.

Namun dari 138 desa yang ada di Kabupaten Simeulue, ada 4 wilayah desa yang belum jelas titik koordinat tapal batas?, yakni tapal batas Desa Lasikin dan Desa Sua-Sua Kecamatan Teupah Tengah dan tapal batas Desa Serafon dan Desa Lhok Paoh, Kecamatan Alafan.

Bakal dilakukan tertib administrasi dan titik koordinat tapal batas wilayah desa dan Kecamatan serta 4 desa belum jelas tapal batalnya. Hal ini dijelaskan Samsudin, Kabag Tapem dan Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten Simeulue, yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Selasa (15/12).

“Untuk menghindari konflik antar warga, dalam waktu dekat akan dilakukan tertib administrasi tapal batas desa dan Kecamatan Simeulue. Diawali dengan penetapan titik koordinat desa yang tapal batasnya tidak ada masalah,” katanya.

Masih menurut Samsudin, penetapan titik koordinat tapal batas itu, sehingga nantinya secara tertib administrasi tapal batasnya disahkan secara resmi dan legal secara hukum yang berlaku, sehingga kedepannya tidak ada yang mengusik tapal batas.

Dia merincikan, 4 desa yang masih bemasalah tapal batas dan belum tuntas hingga saat ini, tapal batas Desa Lasikin dan Desa Sua-Sua, dengan alasan masih adanya oknum Kades yang memiliki bidang tanah pribadinya berlokasi di wilayah desa tetangganya.

Oknum Kades tersebut, tidak bersedia asset tanah pribadinya berlokasi di desa tetangganya itu, sehingga tidak mengakui dan ngotot bahwa tanah milik pribadinya itu masih berada diwilayah kekuasaan desa yang dipimpinnya.

Sedangkan polemik tapal batas yang belum tuntas tersebut, yakni Desa Serafon dan Lhok Paoh, Kecamatan Alafan, yang awalnya persoalan tapal batas itu hasil kesepakatan telah tuntas, namun kembali tidak diakui dengan alasan pada saat masyawarah itu, delegasi pihak Desa Lhok Paoh hanya dihadiri oleh Sekdesnya.

Polemik tapal batas yang masih tarik menarik dan belum ada titi kepastian koordinat, yakni tapal batas antara Kecamatan Simeulue Tengah dan Kecamatan Teluk Dalam, yang juga sewaktu-waktu akan memicu konflik dan menjadi perahtian serius dari pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue.

“Empat desa dan dua Kecamatan tapal batasnya masih berpolemik, dan ada oknum kades yang tidak mengakui tapal batas dengan alasan karena tanah milik pribadinya berada di desa tetangganya. Intinya penetapan titik koordinat tapal batas untuk kepastian hukum, dan tanah pribadi berada di desa lain itu tidak masalah, tidak mungkin tanah pribadi dipaksakan masuk kewilayah administrasi desa tempat tinggal pemilik tanah,” tutupnya. (ahi/rus).