Silaturrahmi wartawan dengan Pangdam IM Mayjen TNI Ahmad Marzuki dan Irdam Brigjen Faizal, Pimpinan Umum Rakyat Aceh, TVRI dan RRI di gedung Malahayati Kodam IM Banda Aceh. Kamis 17 Desember 2020. IST

harianrakyataceh.com – Pangdam IM Mayjen TNI Ahmad Marzuki mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh agar jangan ada lagi yang ingin merusak perdamaian di bumi ‘Serambi Mekkah’

“Sudah cukup kita rasakan aman sekarang ini dan Aceh sangat kondusif. Mari kita jaga dan pertahankan terus’, ujar Pangdam saat silaturrahmi dengan insan pers di aula Malahayati Kodam IM Banda Aceh, Kamis (17/12).

Pangdam yang pernah bertugas di Aceh pasca tsunami mengisahkan kita sudah cukup datang cobaan dari Allah SWT sehingga akhirnya sama-sama RI dan GAM membuat perjanjian damai 15 Agustus 2005 lalu.

Perdamaian ini harus dirawat dan dijaga bersama-sama. Kalau ada yang ingin merusak maka sangat kita sesalkan, kata Marzuki yang pernah bertugas sebagai pasukan perdamaian di Libanon.

Pada prinsipnya setiap tahun saat peringati hari perdamaian maupun milad GAM 4 Desember justru turut menjadi perhatian TNI/Polri dalam menjaga situasi di Aceh. Dan alhamdulillah situasi sangat aman dalam bingkai NKRI, kata Pangdam.

Pangdam juga menapresiasi media cetak, elektronik maupun online yang membuat berita sejuk. Ia berharap agar ke depan perlu kontribusi media dengan TNI lebih dipererat lagi sehingga terjalin komunikasi yang baik.

“Saya siap dihubungi kapanpun untuk konfirmasi dan klarifikasi jika ada terkait pemberitaan agar berimbang’, ujar Marzuki yang juga katanya pernah belajar juga tentang ilmu jurnalistik.

Pada saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid19. Kita tidak ingin juga wabah ini terus berlama-lama. Maka pencegahannya dengan menjaga protokol kesehatan benar-benar dipatuhi semua kita.

Pangdam mengajak masyarakat agar jaga kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Semoga covid segera berakhir dan kembali hidup normal.

Pangdam juga menambahkan saat ini program jajaran TNI Kodam IM diantaranya ikut membantu masyarakat korban banjir, membangun desa dengan melaksanakan bhakti sosial serta ikut bersama pemerintah Aceh dalam memacu pembangunan. (imj)

Baca Juga...  Penyalahgunaan Aset Desa Tiga Aparat Desa Pendere Saril Gol di Kejaksaan