185 Kampung di Tamiang Masih BAB Sembarangan

Rakyat Aceh

ACEH TAMIANG (RA) – Hanya ada 28 datok penghulu (kades) dari 213 kampung di Kabupaten Aceh Tamiang yang menerima penghargaan Open Defecation Free (ODF).

Penghargaan tersebut khusus diberikan kepada datok penghulu yang dianggap telah berhasil melakukan gerakan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di kampungnya.

Artinya masih ada 185 kampung lagi di Aceh Tamiang belum terbebas dari BAB Sembarangan. Karena ke 28 datok yang menerima penghargaan baru dari empat kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Aceh Tamiang.

Sertifikat penghargaan ODF ini diserahkan Wakil Bupati Aceh Tamiang, HT Insyafuddin secara simbolis dalam acara rapat pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi serta deklarasi bersama stop BABS yang digelar Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Selasa lalu (15/12).

“BAB sembarangan bersinggungan dengan kesehatan lingkungan. Kontribusi penyehatan lingkungan terhadap pengentasan masalah stunting sangat besar dan berdampak,” kata Wabup Insyafuddin, Kamis (17/12).

Misalnya, ungkap Wabup, di satu keluarga tidak memiliki jamban/wc yang layak dan sehat, dan mereka tidak menerapkan prilaku hidup sehat dan masih dalam satu keluarga memiliki bayi, namun mereka membuang kotoran sembarangan, hal itu akan menyebabkan lingkungan tidak sehat pula.

“Pengaruh tersebut akan berdampak langsung terhadap si bayinya. Kurangnya resiko stunting dan tercapainya sarana dan prasarana dalam menyediakan sanitasi adalah harapan kita bersama. Untuk mewujudkan itu semua penerapan pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan sampai ke lapisan masyarakat terbawah,” imbaunya.

Salah satu datok penghulu menyatakan sangat berterimakasih atas penghargaan yang diberikan pada acara deklarasi bersama stop BABS . Untuk kedepannya pihaknya akan meningkatkan lagi sistem sanitasi yang sudah baik akan ditinjau kembali ke masyarakat agar bisa mendapatkan wacana bantuan proyek prasarana dari Kementerian PUPR.

“Pokoknya akan kita susul lah, bantuan proyek dana dari pusat itu,” kata datok penghulu Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Syariful Alam menjawab Rakyat Aceh usai menerima penghargaan. (mag-86/icm)