Dewan : Kita Bisa Kehilangan Wakil Gubernur Aceh

harianrakyataceh.com – Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin menyebutkan, DPR Aceh tidak bisa mengomentari soal wakil gubernur Aceh, namun pihaknya berharap partai pengusung segera bisa menyerahkan nama-nama untuk segera dibahas di DPR Aceh.

“Kalau kita lihat di UUPA, itu 18 bulan waktunya, apabila terjadi kekosongan wakil gubernur Aceh. Maka hitung saja dari Irwandi-Nova dilantik pada 5 Juli 2017. Perkiraanya 5 Januari batas pengusulan nama wagub, Tapi Saya tidak bisa pastikan apakah sampai Februari. Kalau tidak juga diusulkan berarti kita bisa kehilangan Wakil Gubernur Aceh,“ kata Safaruddin, Kamis (17/12).

Saat ini, kata Politisi Gerindra tersebut, pihaknya di DPR Aceh hanya menunggu nama dari partai pengusung, untuk segera dibawa ke Banmus DPRA. “Selanjutnya di Banmus kita lihat lagi, benar atau tidak nama tersebut berasal dari partai pengusung. Saat ini banyak isu terkini yang beredar, maka dari itu kita harap partai pengusung segera mengusulkannya, “kata Safaruddin.

Sebelumnya, pengamat politik dan keamanan Aryos Nivada, berujar, sudah saatnya partai pengusung Irwandi Nova mengusulkan calon kepada Nova untuk selanjutnya dipilih dalam Rapat Paripurna DPRA. Aryos mengatakan, Parpol tidak memiliki banyak waktu lagi sebab lewat dari Desember 2020, Parpol pengusung tidak dapat lagi mengajukan calon wagub.

“Apabila dilihat sisa waktu dari Desember 2020 hingga juni 2022 itu pas 18 bulan. Lewat dari Desember 2020 parpol tidak dapat mengusung wagub lagi sebab sudah melewati ketentuan peraturan perundangan. Artinya Nova tidak ada wakil hingga berakhirnya masa jabatan,”ujar Aryos Dosen Fisip Unsyiah.

Menurut Aryos, parpol pengusung harus bermufakat bersama dalam hal pengusungan calon. Jangan sampai saluran komunikasi terhambat karena akan mempengaruhi proses pengusulan calon kedepan.

Baca Juga...  Polisi Kawal Ketat Reka Ulang Pembunuhan di Lam Asan, Ini Lokasinya

“Akan terjadi tarik menarik kepentingan. Dinamika pengusulan calon oleh partai pengusung akan sangat terasa sekali. Terlebih tidak ada yang gratis dalam dunia politik,” ungkapnya. (mar/min)