Penimbunan Lahan PORA XIV Kontraktor Disinyalir Biarkan Jalan Berdebu

Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Penimbunan lahan seluas 4,5 hektar untuk persiapan Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) ke-14 di bekas rawa-rawa (tambak), yang berlokasi di jalan lingkar Kota Sigli, kerap menuai protes dari pengguna jalan negara tersebut.

Pasalnya, rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, terkesan seperti membiarkan jalan negara Banda Aceh-Sigli-Kembang Tanjong itu, berdebu berat di musim panas dan licin kala musim hujan.

Selain itu, rekanan kontraktor tidak mengorek atau membuang sendimen lumpur di areal tersebut. Sebelumnya, Kadis PU Perkim Pidie, M Adam ST kepada media ini menyebutkan, lahan tersebut sebelum ditimbun sendimen, lumpurnya tetap dibuang.

“Tidak perlu dipersoalkan. Kami akan perintahkan kontraktor untuk mengorek dan membuang sendimen lumpurnya, sehingga nanti ditemukan tanah dasar berpasir,” sebut Adam.

Di sisi lain, jalan yang dilewati truk intercooler pengangkut tanah, dari bukit atau gunung dari Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong ke lokasi, tetap dilakukan penyiraman agar tidak menimbulkan debu atau licin saat hujan.

Sementara itu, apa yang disampaikan Kadis PU Perkim Pidie beberapa hari sebelumnya. Kini, bertolak belakang dengan apa yang berlangsung di lapangan. Akibatnya, menuai protes pengguna jalan negara tersebut.

“Seharusnya, seusai penimbunan jalan negara yang dilintasi truk pengangkut tanah bukit gunung itu disiram,” sebut Abubakar, warga Kota Sigli.

Sedangkan, H Ridwan dan Bustami dari kalangan kontrakntor di Kota Sigli menyebutkan, wajar saja masyarakat pengguna jalan tersebut mengeluh, akibat debu atau jalan licin di musim hujan, akibat tanah liat gunung yang lengket di ban truk intercooler, praktis tersisa pula di badan jalan negara.

“Kami juga merasa heran, jika area persiapan PORA XIV untuk pembangunan Sport Center, tidak dikorek dan dibuang sendimen lumpurnya. Padahal, seharusnya dikorek dan dibuang lumpurnya,” kata mereka serempak.

Wabup: Siap Menegur
Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadlullah TM Daud, selaku Ketua Umum PORA XIV, saat ditanyai Rakyat Aceh, Kamis lalu (17/12) menyangkut keluhan dan protes masyarakat terhadap jalan tersebut mengatakan, pihaknya akan memperingati rekanan kontraktornya.
“Kita akan memanggil Kadis PU Perkim untuk menegur kontraktor, serta menyiram badan jalan yang berdebu tersebut,” sebut Fadlullah TM Daud.

Disinggung, lokasi pembangunan gedung olahraga dan kolam renang itu ditimbun di atas sendimen lumpur, serta mengenai hutan bakau, Wabup Pidie itu menerangkan bahwa, hal tersebut sudah memasuki ranah PU Perkim. (mag-85/icm)