harianrakyataceh.com –  Peringatan Gempa dan Tsunami Aceh adalah momentum yang tepat untuk membangun kesadaran terhadap segala upaya yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Aceh Dyah Erti Idawati, pada kegiatan Bakti Sosial lembaga tersebut dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2020 dan mengenang 16 tahun Gempa dan Tsunami Aceh, di sejumlah tempat di kawasan pesisir Alue Naga, Kamis (24/12/2020).

“Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan tsunami sebagai momentum membangun kesiap-siagaan dan kesadaran, bahwa kita hidup di kawasan rawan gempa dan tsunami. Oleh karena itu, budaya sadar bencana dan upaya mitigasi harus terus kita lakukan agar generasi penerus kita menjadi generasi yang tangguh bencana,” ujar Dyah Erti.

Selain mensosialisasikan mitigasi bencana, BKMT juga mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan dengan membagikan masker dan kampanye singkat penerapan protokol kesehatan di tiga lokasi, yaitu Masjid Jami’ Al Kawakib, di Gampong Deah Raya, Mushalla Gampong Alue Naga Kecamatan Syah Kuala dan pedagang ikan asin di kawasan Alue Naga.

Dyah Erti menjelaskan, apa yang dilakukan BKMT Aceh adakah bentuk dukungan BKMT terhadap upaya pemerintah menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Serambi Mekah dan di Indonesia secara lebih luas.

“Belajar dari lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri, kita berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama libur panjang kali ini. Apa yang BKMT lakukan hari ini adalah bentuk dukungan kita terhadap upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Dyah Erti.

Ibu dari dua orang putra itu menambahkan, BKMT sengaja melakukan sosialisasi dengan mengunjungi masyarakat secara langsung agar tidak terjadi banyak kerumunan.

“Sengaja kita mengunjungi langsung beberapa titik di kawasan Alue Naga ini, tujuannya adalah agar tidak terjadi kerumunan massa yang terlalu banyak. Selain mensosialisasikan prokes, kita juga membagi makan siang dan masker,” kata Dyah Erti.

Istri Gubernur Aceh itu meyakini, dengan upaya dan kesadaran bersama, maka penyebaran Covid-19 dapat ditekan bahkan dihentikan.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh organisasi di Aceh untuk terus melakukan sosialisasi dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Semakin banyak yang sadar dan peduli maka upaya mencegahan penyebaran Covid-19 akan berhasil. Hal yang tak kalah penting tentu saja do’a. Karena kita meyakini segala hal baik dan buruk datang sebagai ujian dari Rab yang maha kuasa, maka kepada Allah lah kita memohon pertolongan,” pungkas Dyah Erti.

Selain pengurus BKMT, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, terlihat berbaur dan turut mensosialisasikan Prokes, membagikan masker dan nasi kotak kepada warga.(ra)