Direktur Eddie Foundation Ziarahi Pusara Sang Raja

BANDA ACEH (RA) – Direktur Lembaga kemanusiaan Eddie Foundation, Dr(Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K) didampingi sejumlah relawan kemanusiaan berziarah ke makam Sultan Jamalul Alam di Banda Aceh, Sabtu (26/12).

Sultan Jamalul Alama Badrul Munir merupakan sultan ke 22 di kesultanan Aceh yang memerintah pada tahun 1703 Masehi. Sultan ini dikenal dengan sebutan Sultan Jamaloi yang pada pemerintahannya rakyat hidup sejahtera.

Makam Sultan Jamaloi sendiri terletak di jalan Muhammad Jam, Kota Banda Aceh dan tidak jauh dari Mesjid Raya Baiturrahman. Makam tersebut kini telah dijadikan sebagai salah satu cagar budaya dan situs bersejarah oleh pemerintah Kota Banda Aceh sendiri.

Dalam ziarahnya, Direktur Eddie Foundation tertunduk lama menatap pusara Sang Raja dalam himpitan luas tanah yang tak bersahaja.

“ Iya, saya pikir semua kita harus berperan untuk pelestarian cagar budaya maupun situs bersejarah di Aceh. Apalagi pendahulu kita ini adalah Raja yang memerintah pada zaman keemasan Aceh silam yang memiliki pertalian sejarah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia,” ujar Teuku Eddy saat disambangi Rakyat Aceh ke Kantor Eddie Foundation di Bireuen, Selasa (29/12).

Pelestarian cagar budaya ini menurut Teuku Eddy harus dilakukan dengan khidmat, menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat, dan tanpa harus melukai perasaan warga sekitar sebagai sesama anak bangsa. Akan tetapi, hal ini harus terus diupayakan dalam berbagai kesempatan demi menyelamatkan situs budaya, destinasi wisata Islami dan sebagai pembelajaran berharga bagi generasi selanjutnya bahwa Aceh pernah mengalami zaman keemasan dalam pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eddie Foundation bersama relawan lainnya turut menemui sejumlah pihak dan pemangku kepentingan di seputar makam raja Jamaloi tersebut.

Eddie Foundation sendiri merupakan lembaga kemanusiaan yang memiliki konsentrasi penuh terhadap penyelamatan dan pelestarian cagar budaya dan situs bersejarah di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Eddie Foundation memiliki sejumlah peneliti untuk membuat rekomendasi kepada pengambil kebijakan dalam negeri demi cagar budaya yang lestari saat ini maupun generasi nanti. (akh)