FSI Bireuen Ajak Masyarakat Tidak Rayakan Pergantian Tahun Baru Masehi

BIREUEN (RA) – Front Santri Indonesia (FSI) Bireuen mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Bireuen agar tidak merayakan tahun baru masehi yang bertentangan dengan syariah agama Islam.

Perayaan tahun baru masehi sebenarnya identik dengan agama masehi. Agama masehi adalah istilah lain dari agama Nasrani atau Kristen.

Biasanya, beberapa hari setelah natal berlalu, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan menyambut tahun baru masehi pada tanggal satu Januari mendatang. Maka, FSI menghimbau masyarakat Bireuen khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya untuk tidak memperingati tahun baru masehi.

Hal ini disampaikan Ketua FSI Bireuen, Tgk Fakhrul Hadi yang akrab disapa Tgk Bugak, kepada Rakyat Aceh, Selasa (29/12).

Menurut Tgk Bugak, mengisi malam pergantian tahun baru, cukup berkumpul bersama keluarga di rumah dengan memanjatkan doa, renungan dan introspeksi diri, dan menentukan resolusi diri agar tahun yang akan datang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kami FSI Bireuen juga meminta para tokoh masyarakat, tokoh agama dan ormas-ormas di Aceh untuk memberikan arahan kepada masyarakat, terutama generasi muda untuk tidak merayakan pergantian tahun masehi dengan tidak menerapkan norma-norma syariat,” sebu Tgk Bugak.

Pergantian tahun baru masehi, sebutnya, tidak perlu meniup terompet, memasang kembang api, kumpul-kumpul dengan bukan mahram, karena tradisi tersebut bertentangan dengan syari’at Islam. (akh)