Parkir di Badan Jalan, Pengendara Matic Tabrak Double Kabin

Andi tampak duduk menahan sakit di depan sepeda motornya yang rusak berat patah shock depan pascamenghantam belakang mobil dobel kabin yang di parkir di tepi jalan dua jalur, kawasan Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin (28/12). DEDE/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Seorang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka setelah mengalami kecelakaan tunggal menabrak mobil parkir di jalan dua jalur Ir H Juanda lintas Medan-Banda Aceh di kawasan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (28/12) pukul 13.30 WIB.

Korban diketahui bernama Andi (17) warga Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pusaka. Dia mengalami luka dibagian kaki, sementara sepeda motor jenis matic BL 6727 UU yang dikendarainya ringsek berat, shock depan patah.

“Saya melaju tidak kencang, tidak nampak ada mobil di pinggir jalan tadi,” kata Andi sambil menahan sakit.

Andi mengaku masih sekolah. Ia pergi ke Karang Baru mewakili orang tuanya mengambil bantuan sosial. “Saya tinggal di Suka Makmur, Babo, baru ambil bantuan sosial untuk orang tua,” tuturnya.

Andi menabrak sebuah mobil dobel kabin BL 8350 LP warna kelabu yang di parkir di badan jalan tepatnya di depan Kantor Pegadaian Karang Baru. Bodi belakang mobil dekat lampu sen kanan penyok akibat hantaman sepeda motor.

Kejadian ini mengejutkan para pengunjung salah satu warung kopi yang langsung berhamburan keluar menolong dan melihat kondisi korban. Merasa khawatir dengan keadaan korban, warga dibantu seorang personel TNI berinisiatif melarikan korban ke RSUD Aceh Tamiang.

“Ini parkir mobilnya terlalu ke tengah jalan, jadi cukup membahayakan,” cetus sejumlah warga yang lebih menyalahkan posisi mobil parkir tersebut.

Saat insiden itu tidak ada yang tau mobil tersebut milik siapa. Tak lama berselang, mobil dobel kabin itu pun sudah digeser tak nampak lagi di lokasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menegaskan, seluruh kendaraan dilarang parkir di atas badan jalan bila mengacu Undang-Undang Nomor: 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Kalau mau parkir di ruas jalan sebelah ban di beram dan sebalah ban lagi harus di tanah, itu yang boleh,” tegas Syuibun Anwar saat dihubungi Rakyat Aceh pascakejadian.

Baca Juga...  GenBI Aceh Komisariat Universitas Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar ESQ 2022

“Sebenarnya dengan alasan apapun itu salah kalau parkir di badan jalan. Kalau berhenti boleh, tapi kalau parkir itu yang dilarang, apalagi itu jalan nasional,” jelasnya.

Cuma, lanjut Syuibun di tubuh Dishub selama ini masih ada kelemahan yaitu tidak memiliki tenaga penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), sehingga tidak bisa mengambil tindakan atau sanksi kendaraan yang melanggar. Sejauh ini bila terjadi pelanggaran UU Nomor 22/2009 masih ditangani oleh Polantas dalam hal ini Satlantas Polres Aceh Tamiang.

Namun Dishub sudah melakukan upaya penertiban salah satunya terhadap pemilik door smeer yang mencuci kendaraan di badan jalan di kawasan Perbatasan Aceh-Sumut.

“Kalau kita mau melakukan kerek atau gembok ban mobil yang melanggar parkir sembarangan, minimal kita harus punya empat orang PPNS,” ungkapnya. (mag-86/icm)

Andi tampak duduk menahan sakit di depan sepeda motornya yang rusak berat patah shock depan pascamenghantam belakang mobil dobel kabin yang di parkir di tepi jalan dua jalur, kawasan Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin (28/12).

DEDE/RAKYAT ACEH