Ribuan Kartu Tani Dibagikan di Pijay

PETUGAS BNI Cabang Sigli menyerahkan Kartu Tani kepada salah seorang petani Meureudu, Pidie Jaya, Senin (28/12/2020).Rakyat Aceh/Abdullah Gani

MEUREUDU (RA) – Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya, siap menyalurkan ribuan kartu tani untuk semua kecamatan di kabupaten tersebut. Dari 17.917 orang calon penerima, untuk tahap pertama sebanyak 3.939 kartu diantaranya mulai didistribusikan, sementara lainnya segera menyusul.

Peluncuran tahap pertama untuk petani Kecamatan Meureudu dilakukan Pimpinan BNI Cabang Sigli, Ahmad Mubarok, di Aula Distanpang setempat, Senin (28/12/2020).
Ia menyebutkan, kartu tani tidak hanya berfungsi untuk menebus pupuk bersubsidi, tapi juga dapat dipakai sebagai kartu tabungan, mengirim serta mentransfer uang. Karenanya, kartu perlu dijaga dengan baik termasuk nomor PIN nya.

Kadistanpang Pidie Jaya,Muzakkir Muhammad, dalam arahannya sebelum kartu tersebut diluncurkan mengatakan, pemberlakukan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi bukanlah atas kemauan pemkab atau pemprov, apalagi Dinas Pertanian.

Tapi atas kebijakan pemerintah pusat. Tujuannya, agar pupuk bersubsidi sampai ditangan petani.

Selama ini, lanjut Muzakkir, keberadaan pupuk bersubsidi (Urea, SP-36 dan Phonska) sering dimanfaatkan pihak lain seperti untuk usaha perkebunan besar. Padahal, pemerintah sengaja memberi kemudahan kepada petani dengan harga murah (subsidi) untuk tanaman pangan khususnya padi. Konon lagi, quota atau jatah yang sangat terbatas terkadang membuat petani sering mengeluh.

Karena beberapa pertimbangan, sehingga pemerintah menempuh jalur ini. Petani yang terdaftar dalam buku rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang disusun kelompok tani diserahkan kepada kios penyalur resmi pupuk bersubsidi melalui Distanpang setempat. Dengan Kartu tani itulah, petani akan menebus pupuk di kios yang telah ditunjuk.

“Tanpa Kartu Tani pupuk bersubsidi sama sekali tidak bisa dibeli,” papar Kadistanpang Pidie Jaya.

Ditambahkan Muzakkir, bahwa total calon penerima Kartu ani di delapan kecamatan di wilayahnya mencapai 17.917 orang. Itu adalah hasil pendataan tahun 2019 lalu. Pun begitu, jika adanya perubahan jumlah luas garapan, atau petani yang bersangkutan kini sudah meninggal makan itu dapat di audit kembali. Karenanya, kepada ketua kelompok perlu mendata ulang.

Baca Juga...  Laga Kedua Baitul Mal Aceh Kalahkan Panpel FC

Dari 17.917 orang petani calon penerima, untuk tahap pertama yang sudah selesai dicetak adalah 3.939 lembar kartu. Rinciannya, Kecamatan Bandarbaru 754 lembar, Bandardua 797 lembar, Jangkabuya 236 lembar, Meurahdua 315 lembar, Meureudu 693 lembar, Panteraja 96 lembar, Trienggadeng 660 lembar serta Kecamatan Ulim sebanyak 388 lembar.

Penyaluran tahap pertama dilakukan kepada petani Meureudu. Dari 693 orang calon penerima, tapi yang diserahkan hanya untuk 100 orang. Hal itu mengikuti protokol kesehatan. Apalagi, keterbatasan tempat atau aula. Sementara lainnya menyusul. Ke 100 orang petani penerima perdana berasal dari tujuh gampong.

Yaitu, Beurawang, Bunot, Blang Awe, Dayah Timu, Dayah Tuha, Geulidah serta Gampong Glumpang Tutong. Amatan Rakyat Aceh, penyaluran kartu tani berlangsung tertib dan lancar. Beberapa petani mengaku lega dengan adanya kartu tersebut. Artinya, jatah pupuk untuk seluas areal garapan akan tersedia. Sementara selama ini, saat pupuk dibutuhkan terkadang tak tersedia di kios.(mag-87).