harianrakyataceh.com – Kasus dugaan korupsi dana bea siswa Aceh tahu. 2017 terus berlanjut ‘on proses”

“Kasusnya terus berlanjut dan tidak berhenti’, ujar Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada usai konferensi pers akhir tahun, Rabu 30 Desember 2020.

Kapolda menambahkan dana bea siswa yang dikucurkan Pemerintah Aceh melalui BPSDM tahun 2017 sebesar Rp 178 Miliar yang diberikan kepada 927 orang.

Begitu banyaknya penerima membuat Tim Reskrimsus Polda Aceh sedikit kewalahan dalam menyelidiki kasus ini. Apalagi saat ini ada yang sudah selesai baik dalam maupun luar negeri.

‘Tim Reskrimsus hanya empat bidang dengan anggota penyidik puluhan orang. Jika mereka memeriksa ratusan orang mungkin bisa jadi setahun baru selesai’, jelas Kapolda didampingi Wakapolda dan Kabid Humas serta beberapa pejabat utama.

‘Yakinlah kita terus bekerja untuk mengungkap kasus ini maupun kasus korupsi lainnya yang merugikan negera”, ungkap Kapolda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kasus dana beasiswa ini terungkap setelah sejumlah mahasiswa yang memperoleh bantuan dari BPSDM yang disalurkan oleh 26 mantan dan anggota DPRA pada tahun 2017.

Namun dalam penyaluran itu diduga ada yang tidak sesuai dari perjanjian antara penerima dengan pemberi yang membuat kasus ini mencuat ke publik.

Pihak Polda terus mendalami kasus ini dimana kabarnya sudah memeriksa sekitar 200 saksi yang merupakan para penerima bantuan tersebut. Dan sampai saat ini statusnya masih terus dalam tahap penyelidikan belum ke penyidikan. demikian Kapolda. (imj)