Aceh Utara Kembali Terendam, TNI Bantu Bangun Tanggul Darurat

LHOKSUKON (RA) – Dalam beberapa hari terakhir ini, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bener Meriah, Aceh Timur dan Aceh Utara, termasuk Kota Lhokseumawe.

Hujan deras yang mengguyur hingga sore hari, mengakibatkan tanggul sungai jebol karena tidak mampu menahan derasnya debit air di beberapa titik, seperti Krueng Jawa, Krueng Keureutoe dan Krueng Pirak hingga menyebabkan banjir di beberapa Kecamatan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (3/1/2021).

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto S.Ap, membenarkan terjadinya bencana banjir susulan akibat rusaknya beberapa tanggul.

Dandim juga mengatakan, dalam upaya untuk menghentikan luapan air sungai tersebut, para Babinsa bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki tanggul menggunakan karung berisi pasir, kayu penahan dan tanah untuk menutupi tanggul yang jebol.

“Para Danramil telah mengerahkan Babinsa di masing-masing Koramil di beberapa kecamatan di Aceh Utara untuk bergotong royong memperbaiki tanggul darurat dengan karung berisikan pasir dan tanah dan di sebagian tempat menggunakan alat berat menutupi tanggul yang jebol. Mudah-mudan air tidak naik lagi”, ungkap Dandim, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh.

Saat ini, dari hasil pantauan laporan Babinsa di lapangan, di sejumlah Kecamatan Kabupaten Aceh Utara digenangi air banjir, antara lain di Kecamatan Syamtalira Bayu, meliputi Desa Alue Manjrun, Desa Blang Manjrun, selanjutnya di Kecamatan Pirak Timu dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 40 cm, yaitu di Desa Krueng Pirak, Beuracan Rata, Tring Krung Kreh, Geulumpang, Asan Krueng Kreh, Matang Keh, Rayuek Pange, dan Desa Bungong.

Kecamatan Simpang Keuramat, yaitu di Desa Menasah Baroh, Menasah Dayah dan di Desa Meunasah Teungoh. Kecamatan Matangkuli, ketinggian air mencapai 10 hingga 30 cm, yaitu di Desa Hagu, Alue Tho, Lawang, Tanjong Haji Muda, Leubok Pirak, Munye Pirak, Pante Pirak, Mee, Tanjong Tgk Ali, Blang, Punti Matangkuli, Tanjong Babah Krueng, Siren, dan Desa Teupin Keubeu.

Kecamatan Lhoksukon, ketinggian air mencapai 15 cm, terdapat di Desa Krueng, Jok LT, Kumbang LT, Merbo, dan Desa Meunasah Rayek.

Kecamatan Tanah Luas, yaitu di Desa Ampeh. Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam 10 ha lahan sawah di Kecamatan Syamtalira Bayu. (arm)