Eks Combatan GAM Batee Iliek Sorot Kinerja Bupati Bireuen

BIREUEN (RA) – M.Yusuf alias Tokee Arang salah satu mantan Pentolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Wilayah Batee Iliek Kabupaten Bireuen, menyoroti kinerja bupati Bireuen, Dr H. Muzakkar A.Gani SH, M.Si.

Toke Arang Kepada Rakyat Aceh, Senin (4/1) mengatakan, kami menilai kinerja Bupati Bireuen tidak memihak kepada masyarakat. Banyak program pembangunan dalam APBK Bireuen yang tidak berpihak terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat korban konflik dan kalangan eks combatan GAM pasca Aceh damai Mou Helsingki GAM-RI dalam mendukung proses reintergrasi kalangan eks Militer GAM ketengah masyarakat.

“Masih sangat minim perhatian yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah Bireuen dalam pengalokasian dana di nonklematur APBK Bireuen setiap Tahun Anggaran berjalan,” Tegas Pentolan GAM ini.

Kami dari kalangan eks militer GAM, sebut Yusuf, meminta Pemda Bireuen dibawah kepemimpinan Dr H.Muzakkar A.Gani SH, M.Si untuk membuat program kesejahteraan pembangunan ekonomi bagi kalangan masyarakat lemah dan mantan combatan GAM.

“Selama ini kita lihat pemerintah seperti sudah melupakan kesejahteraan masyarakat dengan bukti nyata bahwa masih banyak fakir-miskin dan para eks combatan GAM tidak diperhatikan kesejahteraannya,” sebut Toke Arang.

Ia menilai, Pemkab Bireuen selama ini tuli dan buta atas apa yang dialami fakir-miskin. Padahal di masa konflik dulunya, warga miskin khususnya yang tinggal di pelosok pendalaman, selalu mendukung para combatan GAM dalam berperang. Mereka mengantarkan makanan kepada para combatan GAM yang hidup ditengah hutan belantara Bireuen. Namun setelah Bireuen damai, para pemangku kepentingan tidak mempedulikan lagi nasib para warga yang berjuang mati-matian semasa konflik.

“Seharusnya Pemda Bireuen harus membuka pintu hati terhadap nilai kemanusian dan jiwa sosial serta tanggungjawab moralnya untuk membuat program terobosan pengentasan kemiskinan, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, sehingga dengan adanya perputaran ekonomi ditengah masyarakat, tentu bisa menggerakkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan minat beli ditengah masyarakat yang tinggal di pelosok pendalaman Bireuen,” pungkas sayab Militer GAM Daerah II Batee Iliek ini.

Toke Arang juga meminta Pemda Bireuen agar dalam setiap pembahasan APBK bisa selektif dan sinergisitas dengan DPRK Bireuen untuk bisa lebih pro aktif pengalokasian anggaran untuk ekonomi rakyat dalam mendorong aspek pemerataan pembangunan ekonomi masyarakat fakir-miskin dan juga untuk kalangan eks combatan GAM. (akh)