Harga Kacang Kedelai Tembus Rp9.500/kg, Disperindag : Kami Terus Pantau

Banda Aceh (RA) – Harga kacang kedelai mengalami kenaikan dari Rp 7.500/kg menjadi Rp 9. 500/kg di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar. Naiknya harga kacang kedelai berimbas terhadap produk makanan lainnya seperti tahu dan tempe yang bahan utama pembuatannya dari kacang kedelai.

Salah seorang pedagang di pasar penayong, Iwan menuturkan, sudah dua minggu harga kacang kedelai mengalami kenaikan. Menurutnya harga tersebut naik karena pasokan yang berkurang.

Saat ini sebutnya, harga tahu yang biasanya Rp 5 ribu bisa dapat sampai 10-11 per potong, tapi kini hanya didapat cuma 8 potong. “Harga tempe juga ikut naik bang. biaasanya Rp 5 ribu bisa mendapat tiga bungkus tempe, tapi kini hanya dapat dua. itu pun ukuran dikecilkan, karena harga kedelai tadi, “sebutnya, Senin (4/1).

Sementara itu, Wati seorang ibu rumah tangga mengaku terkejut dengan naiknya harga tempe dan tahu di pasaran. Sebabnya, ia biasa membeli tempe dengan harga lima ribu per tiga bungkus, tapi kini hanya bisa didapat tiga ribu per satu bungkus.

“Semoga cepat stabil. kami juga ibu-ibu khawatir, jika sewaktu-waktu harga lain juga ikut naik, “ujarnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Marzuki menuturkan, berkaitan dengan harga bahan pokok, pihaknya terus memantau bersama dengan satgas pangan yang melibatkan dirkrimsus Polda Aceh dan SKPA terkait seperti dinas pangan dan pertanian.

“kami setiap hari memantau sebelas barang pokok di pasar. Kemudian kita juga melakukan sidak termasuk gudang bulok Aceh dan semua masih stabil, “jelasnya.

Menurut Marzuki, kalau pun ada kenaikan harga pokok, maka tergantung kondisi seperti banjir yang terjadi beberapa hari lalu di Aceh, disamping ketergantungan dengan Medan.

“Baru baru ini kita juga ada antisipasi. Ada naik turun seperti cabe. Lainnya kita cukup sampai tiga bulan kedepan. Hasil pantauan dari satgas pangan Kita tiga bulan kedepan stabil, mulai dari distributor Lambaro dan pasar Aceh.”jelasnya.