GPA Subulussalam Gelar Peringatan Maulid

Ustaz H Muhammad Rasyid Bancin, saat menyampaikan ceramah di MAN 2 Subulusssalam. KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Subulussalam adakan Maulid Nabi Muhammad di Madrasah Aliyah Negeri 2 Subulussalam, Senin (4/1).

Ketua GPA Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako menyampaikan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 2 Subulussalam, agar bisa membangun semangat spritual dikalangan Pelajar terutama membangun Akhlaq anak muda yang lebih baik kedepannya.

Acara yang bertemakan, meneladani akhlaq Rasulullah sebagai bekal pribadi yang unggul, ini diharapkan agar generasi penerus kedepan bisa meneladani Rasulullah dalam segala tindak tanduk dikehidupan sehari-hari, sehingga menjadi insan berakhlak yang mulia.

Untuk mengisi ceramah acara tersebut, GPA mengundang penceramah ustad H Muhammad Rasyid Bancin yang merupakan Ketua DPD Al Jam’ iyatul Washliyah Kota Subulussalam. Dalam tausiyahnya, kepada umat penting untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam hal memuliakan Guru. Sebagaimana perkataan ahli hikmah mengatakan, barang siapa menyakiti hati gurunya maka Allah berikan tiga coban yang sangat dahsyat.

Ketiga cobaan itu kata ustad H Muhammad Rasyid adalah, Allah menyempitkan rizkinya, Allah melupakan ilmunya dan terakhir di khawatirkan mati tanpa membawa iman. “Oleh karena itu diingatkan ke siswa agar senantiasa jaga etika akhlak kepada guru guru. Sebab, guru adalah sosok yang berjasa dalam kehidupan kita dalam mendidik kita dari buta huruf sampai bisa menimba ilmu,” kata ustad H. Muhammad Rasyid Bancin.

Ustaz Muhammad Rasyid juga mengajak baik dari kalangan remaja yang masih duduk di bangku sekolah maupun pemuda agar tetap menghindari hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam agama diantaranya tidak mengkonsumsi narkoba dan larangan-larangan lainnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada pelajar agar mematuhi kedua orang tua. “Jangan sesekali melawan orang tua itu tidak baik. Jika hal itu dilakukan sudah termasuk durhaka. Tidak ada orang tua yang tidak sayang anak nya. Bahkan mereka rela berkorban demi anak nya untuk menjadi orang yang lebih baik ” ungkap nya. (lim/bai)