Warga melintasi jembatan Krueng Kiran yang dibangun bersumber APBA tahun 2019. Tahun 2020 DPRA menemukan sejumlah kejanggalan pada pembangunan tersebut yang harus diperbaiki, tapi tak kunjung dilaksanakan hingga kini. IKHSAN/RAKYAT ACEH

MEUREUDU (RA) – Jembatan Krueng Kiran yang terletak di Gampong Kiran, Kecamatan Jangkabuya, Pidie Jaya, temuan pansus DPRA 10 Juli 2020 lalu, hingga kini belum ada perbaikan sesuai rekomendasi.

Pembangunan jembatan di ruas jalan lintas Trieng Gadeng, Pidie Jaya, berbatasan dengan Kabupaten Bireuen tersebut dikerjakan oleh PT Tanjong Harapan dengan nilai Rp11,14 miliar bersumber APBA 2019.

Pada tanggal 10 Juli 2020, anggota DPRA dari dapil II melakukan pansus ke jembatan tersebut. Saat pansus, para anggota dewan yang saat itu terdiri dari, Dahlan Jamaluddin (Ketua DPRA), Reza Falevi Kirani, Ihsannuddin MZ, Wahyu A Wahab dan Anwar Husen menemukan kejanggalan pada pembangunan jembatan itu.

Kejanggalan yang ditemukan para anggota dewan tersebut seperti abotmen, oprit dan aspal dinilai para anggota DPRA dapil II tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Saat itu para anggota dewan tersebut meminta jembatan tersebut diperbaiki kembali. Bahkan aspal yang ditemukan menurun beberapa centimeter dari badan jembatan untuk dibongkar ulang dan dipadatkan kembali.

Pada saat anggota dewan turun pansus beberapa waktu lalu itu, proyek jembatan yang menghubungkan Pidie Jaya dengan Kabupaten Bireuen tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Pengerjaan jembatan ini tidak sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi kontrak. Kami minta oprit jembatan ini dibongkar begitu juga dengan aspalnya. Kemudian dibangun kembali,” kata Reza Falevi Kirani, kala melakukan pansus saat itu.

Tapi, kata Reza yang merupakan anggota DPRA dari PNA itu mengatakan, hingga saat ini oprit dan abotmen jembatan tersebut belum juga diperbaiki.

“Saya sudah lihat kondisi jembatan tersebut dua pekan lalu. Kondisinya masih sama seperti temuan pansus DPRA 2020 lalu. Saya sudah sampaikan ke dinas bahkan ke Kadis. Mereka mengatakan segera diperbaiki,” kata Reza, Senin (11/1).

Selain oprit dan abotmen jembatan, lanjut dia, juga terdapat beberapa item yang harus diperbaiki pada proyek belasan miliar tersebut. Seperti pancang-pancang yang belum dipotong. Akibat dari itu, selama ini sering terjadi banjir akibat luapan air sungai.

“Pacang-pacang yang belum dipotong. mengakibatkan luapan air sungai dan mengakibatkan banjir. Padahal sebelum dibangun jembatan itu, tidak pernah terjadi banjir disana,” sebutnya. (san/bai).