Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar.

TAKENGON (RA) – Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, dalam beberapa kesempatan mengatakan, kalau dilakukan penyuntikan vaksin dirinya (Shabela Abubakar) akan terlebih dahulu hadir untuk disuntik.

Menurut Shabela, jangan ada kekhawatiran akan vaksin yang telah sampai dan akan dilakukan eksekusi terhadap 557 tenaga medis dan kelompok lainya. “Saya orang pertama yang akan disuntik vaksin nantinya. Jangan khawatir vaksin dibeli pemerintah agar masyarakat sehat. Jangan membaca berita berita hoak yang hari ini banyak beredar di masyarakat,” ajak Shabela Abubakar.

Bupati mengajak masyarakat untuk berpikir jernih dan mengabaikan ajakan-ajakan untuk tidak di vaksin. Karena ajakan itu menurut Shabela adalah ajakan sesat yang nantinya merugikan warga itu sendiri.

“Jangan percaya dengan ajakan yang merugikan diri sendiri. Semua telah dikaji dan MUI menyatakan halal, kita harus taat dan patuhi aturan pemerintah,” ujar Shabela.
Lain itu juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh Tengah, dr Yunasri MKes menjelaskan, ada beberapa kalangan yang tak akan disuntik vaksin covid-19.

Menurutnya, sesuai aturan para penyintas, orang yang telah pernah terinfeksi covid-19 dan dinyatakan sembuh, tidak lagi dilakukan vaksinasi. “Penyintas itu sudah terbentuk kekebalan dalam tubuhnya terhadap covid-19, jadi mereka tak perlu di vaksin lagi,” katanya, Selasa (12/1).

Selain penyintas, Yunasri mengatakan orang-orang yang sudah memiliki penyakit comorbid juga tidak akan dilakukan vaksinasi. “Ada beberapa jenis penyakit, yang tidak boleh dilakukan vaksinasi, seperti jantung dan sebagainya,” ungkap Yunasri.

Sebelumnya, Yunasri mengatakan, Aceh Tengah masih menunggu intruksi provinsi terkait penyuntikan vaksin Sinovac tersebut. Tahap awal, Aceh Tengah hanya mendapat jatah 557 dosis vaksin. (jur/bai)