Rektor Kritisi Kedisiplinan

Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra.

LHOKSEUMAWE (RA) – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr Ir Herman Fithra, ASEAN Eng, menyampaikan beberapa hal pada kegiatan Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) pada Jumat kemarin di Gedung Cut Mutia, Bukit Indah, Lhokseumawe.

Menurut Herman Fithra, Unimal saat ini sedang menanjak kinerjanya dan menjadi impian banyak pihak.

“Unimal ini ibarat gadis cantik yang banyak orang ingin bergabung, baik yang sudah memiliki posisi penting di luar, bahkan terlebih lagi yang belum memiliki pekerjaan. Makanya saya minta kita yang sudah di dalam untuk menjaga kampus ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

IKU menjadi kontrak kinerja Rektor dengan Menteri yang menjadi indikator peningkatan kinerja yang berhilir pada seluruh kegiatan dosen dan mahasiswa. Saat ini, sebutnya, kondisi Unimal dalam rating kinerja telah B+ dengan kumulasi angka 72,70. Untuk bisa mendapatkan poin A Unimal harus mengumpulkan angka 85 ke atas.

Namun secara keseluruhan kinerja Unimal sudah cukup baik dan merupakan posisi nilai terbaik dalam perjalanan Unimal selama ini. Sedangkan secara detil ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu evaluasi kinerja.

Hal itu karena belum ada mekanisme evaluasi kinerja terhadap seluruh dosen. Selama masa kepemimpinan Herman Fithra, Unimal sudah memulai dengan evaluasi pimpinan.

“Kita akan membuat evaluasi dan sekaligus reward kepada sosok yang berhasil memajukan lembaga. Demikian pula sebaliknya, jika memiliki kinerja yang buruk akan menghadapi demosi. Yang paling harus diperhatikan saat ini adalah masalah kedisiplinan dosen, karena ada dosen senior dan terkenal malah memiliki record kedisiplinan yang buruk” ujarnya.

Saat ini menurut Herman, Unimal telah menandatangani delapan indikator kinerja yang harus sudah diunggah pada 30 Januari 2021. Beberapa kegiatan yang harus dilakukan adalah bermitra dengan pihak eksternal, kompetensi lulusan doktoral, magang bagi mahasiswa, dan penelitian yang memiliki dampak guna.

Penelitian juga diminta untuk melibatkan mahasiswa sehingga memberikan dampak lebih luas. Terakhir, Rektor meminta prodi untuk memacu diri dan membuka jejaring dengan pihak luar, termasuk mencoba akreditasi internasional. (arm/icm)