Masyarakat Kampung Rawe sebagian mulai menanam jengkol untuk menambah penghasilan tambahan, tanaman keras itu dikembangkan di wilayah pinggiran danau Lut Tawar, Kecamatan Bintang. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Masyarakat Kampung Rawe, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, mulai membudidayakan tanaman jengkol diseputaran lahan kosong berbatasan dengan Dusun Kalang.

Bibit dibawa salah seorang anggota TNI Kodim 0106 Aceh Tengah, Surya Ramadhan, saat ini berstatus sebagai Babinsa di Desa Rawe. Sebelumnya, ia bertugas di daerah Pameu, Kecamatan Rusip, Aceh Tengah.

Geliat budidaya jengkol itu terus berkembang, masyarakat dan pemuda setempat mulai antusias melakukan penanaman, selain melakukan, penghijauan dilokasi tanaman pinus itu, sekaligus menjaga sumber mata air tetap asri.

“Selain melakukan reboisasi hutan dam penghijauan dilahan tandus, tanaman ini diharapkan menjaga keasrian sumber mata air yang ada di Desa Rawe,” kata Sabransyah, Pemuda Rawe, Selasa (12/1).

Kata Sabran lagi, tanaman itu sangat bernilai ekonomi untuk masyarakat setempat, dengan catatan perlu kesabaran beberapa tahun untuk menuai hasil. “Semoga tanaman baru ini menjadi penghasilan tambahan untuk masyarakat Rawe,” harap Sabransyah.

Diketahui, masyarakat Rawe mayoritasnya adalah petani dan nelayan, penghasilan sumber utamanya adalah kopi dan tanaman muda lainya seperti cabe, tomat dan bawang merah.

Penghasilan tambahan lainnya yaitu hasil tangkapan ikan yang ada di Danau Lut Tawar.

Kini mulai bertambah, di ketinggian 1600 MDPL diharapkan tumbuh subur tanaman baru memiliki nama latin Pithecellobium atau tumbuhan jering. “Saat ini 300 an bibit jengkol sudah ditanam. Pembudidayaanya dilakukan sendiri oleh masyarakat dan pemuda dan diarahkan Babinsa, mulai dari menyemai benih hingga menanam,” kata salah satu masyarakat Rawe, Indra.

Jumlah penduduk di Kampung Rawe sebanyak 95 KK, tersebar di tiga dusun dan dihuni sebanyak 645 jiwa. Menurut warga disana harga jengkol dipasaran sangat menjanjikan, untuk itu warga antusias menanam tanaman tersebut.

“Untuk jarak tanam antara satu dengan yang lainnya 12 meter, ditanam diatas mulsa, supaya aman dari tumbuhan lainnya. Kami selaku masyarakat sangat berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, kedepannya agar bisa memberikan perhatian dan ikut membina petani di sini dalam mengembangkan budidaya jengkol,” harap Indra. (jur/bai)