Diduga Dibuang, Warga Lae Bersih Temukan Bayi Dalam Bungkusan Goni

SUBULUSSALAM (RA) – Bayi perempuan yang baru lahir ditemukan warga Desa Lae Bersih Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam sekitar pukul 07.00 WIB persis di depan rumah.
Bayi tersebut ditemukan warga yang bernama Sait persis di depan pintu rumahnya dalam bungkusan goni dengan tali pusar masih menempel di tubuhnya, bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan dan langsung dibuang oleh orang tak dikenal.
Kepala Desa Lae Bersih, Ruduansyah Putra Berutu kepada Rakyat Aceh, Jumat (15/1) mengatakan, warga yang menemukan di pagi hari dimana pemilik rumah membuka pintu dan melihat ada bungkusan goni. Saat itu pula Sait langsung membuka bungkusan goni tersebut dan melihat bayi yang masih lengkap dengan tali pusar. Sait langsung memberitahu istri terkait bayi tersebut.
Tak lama kemudian keluarga Sait langsung memanggil bidan terdekat dan Polsek Penanggalan. Mengetahui hal itu, personel Polsek Penanggalan langsung turun ke lokasi dan membawa bayi tersebut ke rumah bidan untuk memeriksa kesehatan bayi tersebut.
Bidan Lena Ginting saat dimintai keterangan nya mengatakan bayi tersebut dalam keadaan sehat. Menurut Bidan Lena Ginting, bayi tersebut memiliki berat badan 2,3 kilo, tinggi badan 3,8 cm. Menurut Bidan Lena, saat ia mendapat informasi dari pemilik rumah, ia langsung ke lokasi untuk memotong tali ari-ari bayi tersebut.
Jika melihat kondisi bayi itu, Bidan Lena Ginting memperkirakan baru lahir pada malam itu juga ” kalau melihat kondisi bayi yang masih merah dan tali ari-ari nya belum di potong, baru dilahirkan ” ungkap Bidan Lena.
Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, SIK melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu. Evizar Rianto, SAb yang langsung turun ke lokasi menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung terjun ke lokasi untuk memeriksa keadaan bayi tersebut dan membawa ke bidan untuk memeriksa kesehatannya. Saat ini kata Kapolsek, banyak warga yang meminta bayi tersebut untuk di adopsi tapi belum bisa di tentukan.
” Kita musyawarahkan dulu dengan Kepala Desa, Bidan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dinas sosial serta orang yang menemukan bayi tersebut. Siapa yang mengadopsi nanti akan kita putuskan. Sebab, yang minta banyak ” kata Kapolsek.